oleh

New RM Ucapkan Terima Kasih Atas Dukungan Warga

Jakarta, faktapers.id – Manajemen New Raja Mura mengucapkan terima kasih kepada warga RT 12 RW 04 atas dukungannya mengizinkan tetap beroperasi mulai pukul 21.30 WIB hingga 01.30 WIB.

“Manajemen New Raja Mura sangat berterima kasih atas kebaikan warga yang mendukung kami. Kami pun siap mendukung warga dan mengkaryakan warga di tempat kami yang sederhana ini,” ungkap Manajemen New RM diwakili Humas, Kornelius Naibaho SH.

Saat disambangi Harian Faktapers dan faktapers.id, Selasa (14/5), Kornel, sapaan akrab dari Kornelius Naibaho, menjelaskan bahwa selama bulan ramadhan ini pihaknya tidak menampik ada oknum yang tidak senang New RM tetap eksis.

Diakuinya bahwa dalam beberapa hari terakhir ini keberadaan New RM disoroti oleh pihak-pihak yang mengaku berprofesi wartawan.

“Kalau memang wartawan, seharusnya ada konfirmasi kepada manajemen. Hal ini tidak dilakukan oleh oknum wartawan itu. Itu jelas pelanggaran kode etik wartawan, dan sangat fatal. Boleh mengkritik, tapi harus konfirmasi, bukan main tulis tanpa dasar,” ucap Kornel.

Dijelaskannya, saat ini penasehat hukum New RM sedang mempersiapkan hak jawab kepada media-media online maupun cetak yang menayangkan pemberitaan New RM tanpa konfirmasi. Sedangkan media online yang diduga tidak berbadan hukum sedang dipersiapkan untuk dilaporkan terkait UU ITE.

Perlu diketahui, ungkap Kornel, munculnya pemberitaan tendesius itu disebabkan si oknum disebut-sebut mendapat perlakuan tidak mengenakan di New RM, Sabtu (4/5) dinihari.

Menurut saksi yang melihat kedatangan rombongan si oknum, Jumat (3/5), kondisi si oknum terlihat sudah mabuk berat. Malam itu, si oknum mengaku telah ‘minum’ dari salah satu tempat hiburan di wilayah Kembangan. Dalam keadaan mabuk, si oknum itu melanjutkan petualangan malamnya ke New RM bersama dua orang teman prianya dan beberapa wanita panggilan.

“Kalau gak salah, sebelum ke New RM, rombongan itu juga sudah ribut masalah pembayaran di tempat lain,” ujar Kornel.

Tiba pembayaran saat jam tutup di hari terakhir menjelang ramadhan, Sabtu (4/5), si oknum tidak mau membayar karena uangnya tidak cukup. Bahkan si oknum teriak-teriak kepada pihak keamanan dan manajer New RM agar memanggil owner New RM.

Karena hal itu mengganggu tamu lainnya, pihak keamanan membawa si oknum untuk bicara ke kantor New RM. Di dalam kantor, pihak keamanan dan manajer menegaskan bahwa masalah pembayaran bukanlah urusan owner, kecuali sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Si oknum itupun tetap ngotot tidak mau membayar tagihannya.

Nasib baik, owner pun muncul dan memberikan diskon Rp 300 ribu kepada si oknum tersebut. Bahkan owner menghimbau ke oknum itu bila tidak ada uang, dapat dibayar kapan saja (dicicil), asalkan tagihannya ditandatangani dan dipertanggungjawabkan.

Kebaikan owner itupun ditolak oleh si oknum, bahwa dia sanggup bayar tagihannya dengan syarat New RM harus ditutup. Tagihannya pun dibayar seadanya, dan masih ada sisa tagihan yang belum dibayar hingga kini.

“Akibat peristiwa itu, muncul berita-berita yang menyudutkan New RM. Inilah faktanya, tidak ditambahkan dan tidak dikurangi. Nama baik New RM tercoreng akibat berita-berita tendesius tanpa konfirmasi, tapi kita harus tahu bahwa berita itu muncul karena sesuatu hal yang menimpa si penulisnya, bukan murni karya jurnalistik penulisnya,” ucap Kornel.

Perlu diketahui, bahwa di sekitar Cengkareng, Kalideres dan Kembangan, terdapat lima tempat hiburan yang sejenis dengan New RM, yakni Mutiara, Rudang, Tio, DM Cafe dan PS Cafe. Namun, si penulis hanya bercerita soal New RM dan Mutiara, sedangkan Rudang, Tio, DM Cafe dan PS Cafe, tidak disebutkan. Ada apa dengan si penulis itu?

“Itu satu fakta si penulis tidak real mengungkap karya jurnalistiknya. Apakah Rudang, Tio, DM Cafe dan PS Cafe telah membayar pajak? Hanya UPPRD Cengkareng, Kalideres dan Kembangan yang tahu jawabannya,” ucap Kornel. Fp02

Komentar

News Feed