oleh

Fauka Noer Fari Bantah Terlibat Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Jakarta, faktapers.id – Fauka Noer Fari, mantan tim mawar membantah dikatkan  dengan kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan Bawaslu. “Ini perannya mantan anak buahnya tapi kan ke sana saya hanya sekedar berkunjung saja silaturrahmi kalau terus kemudian dalam rangka pilpres kan saya juga harus tau perkembangan pilpres itu,” katanya, Selasa (11/6/2019) di Jakarta kepada media.

Ia mengutarakan tidak ada yang namanya merencanakan. “Saya tidak pernah ikut merencanakan ataupun hadir dalam rapat rapat pengerahan masa dan tidak ada itu di situ tidak ada,” tegas Fauka.

Disinggung dalam 22 mei ada keterlibatan personel garda prabowo, organisasi dipimpin abang, ada salah satunya abdul ghani.

Menurutnya kalau Abdul Gani itu kan cobra itu baru kenal satu bulan. “Saya dia masuk anggota garda, tapi kan saya belum iya kan. Karena untuk masuk jadi anggota garda itu ingat, itu tidak boleh sembarangan,” terangnya.

Salah satunya yang selalu saya tekankan harus selalu menjaga nama baik kebesaran daripada garda prabowo sendiri. tidak boleh narkoba, selalu saya dengungkan seperti itu,” tambah Fauka.

Ia mengungkapkan kalau terus kemudian Abdul Gani mengaku dirinya anggota, terus kemudian panglima itu kan dari dirinya sendiri yang mengangkat dirinya sebagai panglima besar. tapi untuk organisasi kan untuk menjadi anggota kan pertama harus ada kartu anggota yang kedua harus ada sk.

“Jadi saya memang kenal. tapi dia belum jadi anggota. jadi setiap pergerakan dia saya tidak tahu. di luar tanggung jawab saya,” tandasnya.

Tekait berita miring yang ditujukan padanya, Fauka mengklrarifikasi. “Jadi gini saya denger bahwa saya di situ apalagi di majalah tempo saya diisukan sebagai dalang dan ikut dalam kerusuhan itu. Itu semuanya ga benar. Jadi saya minta masyarakat lebih cerdas lagi dan saya tekankan bahwa saya tidak terlibat. Ataupun saya tidak pernah ikut rapat apapun tentang pengerahan massa dan saya tidak pernah memerintahkan anak buah saya untuk dalam kegiatan di bawaslu,” bebernya.

Kalau toh kemudian ada anggota saya yang mengaku itu kan hak rakyat. Yang jelas saya tidak pernah perintahkan untuk hadir. Itu individu. masing masing individu. Karena saya kan ngga bisa melarang karena itu kan hak individu tiap orang untuk menuntut keadilan,” pungkas Fauka Noer Fari. uaa

Komentar

News Feed