oleh

Polisi Tuban Bantah Todongkan Pistol ke Bocah SMP

brt908782775

FAKTAPERS.COM, TUBAN

Pihak kepolisian Polres Tuban membantah adanya penodongan senjata api yang dilakukan oleh oknum polisi anggota Polsek Widang terhadap VA (13), pelajar SMP yang ditangkap polisi lantaran dituduh ikut melakukan pencurian sepada motor, Minggu (21/06/2015).

Hal itu disampaikan oleh AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolres Tuban di hadapan sejumlah wartawan. Kapolres Tuban menilai jika penodongan senjata api oleh oknum polisi tersebut bukanlah fakta yang sebenarnya dan hanya pengakuan dari bocah SMP itu saja.

“Bahwa pelaku ini ditodong senjata api ini tidak benar juga. Bahwa pemegang sejata api itu di polsek hanya dua,” terang Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan saat berada di Polres Tuban.

Kapolres menjelaskan bahwa yang memegang senjata api di Polsek Widang, Tuban itu hanya ada dua. Yakni senjata api dipegang oleh Kapolsek dan satu senjata api lainnya dipegang oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polsek Widang.

“Anggota kita yang dilaporkan terakhir membawa senjata api tanggal 2 Januari 2014 dan telah menyerahkan senjata ke Srapras. Jadi sudah satu setengah tahun anggota yang bersangkutan itu tidak memegang senjata,” lanjut Kapolres Tuban yang pernah menjadi Kapolres Donggala.

Sementara itu terkait dengan penganiayaan yang dilaporkan orang tua korban VA, pihak polres hingga kini masih melakukan penyelidikan. Kasusnya kini sedang ditangani divisi Propam dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Tuban.

“Sudah kita tangani, tidak hanya Propam saja, namun kita juga laksanakan pemeriksaan di penyidik reskrim UPPA. Perlu diketahui juga, saat ini Propam dari Polda (Jatim) juga turun melakukan pemeriksaan di UPPA,” terangnya.

Keterangan dari Kapolres Tuban tersebut bertolak belakang dengan pengakuan VA (13), pelajar SMP asal Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban yang menjadi mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi dari anggota Polsek Widang lantaran dituduh mencuri.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa VA pelajar kelas 1 SMP di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan olen NH oknum polisi anggota Polsek Widang hingga mengalami luka memar di bagian wajahnya.

Selain dipukul sebanyak tiga kali pada bagian kepalanya, bocah SMP itu juga ditendang dan dua kali ditodong dengan menggunakan senjata api. Hingga saat ini korban masih trauma dan sering merasa sakit kapala akibat kejadian itu.

Komentar

News Feed