Jumat, Mei 7, 2021
BerandaSungguh Miris Negeri ini, 420 Desa di Maluku Belum Teraliri Listrik
Array

Sungguh Miris Negeri ini, 420 Desa di Maluku Belum Teraliri Listrik

pelita

FAKTAPERS.COM, Ambon

Sebanyak 420 desa di Maluku ternyata belum dialiri listrik. General Manager (GM) PT.PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, M Ikhsan Assad mengatakan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Maluku di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon Selasa (23/6).

Ia mengungkapkan, dari 1.024 desa yang ada di Maluku, 420 desa diantaranya belum dialiri listrik.  Dari jumlah tersebut, desa yang paling banyak belum teraliri listrik berada di Kabupaten Kepulauan Aru yakni sebanyak 108 desa.

“Di MBD, dari 117 desa hanya 79 desa yang sudah dialiri listrik. Kemudian di SBT, 65 desa belum dialiri listrik dan MTB sebanyak 49 desa yang belum dialiri listrik. Sedangkan Kota Ambon semua desa sudah dialiri listrik,” ujarnya

Sementara itu, rasio elektrifikasi di Maluku hingga tahun 2015 baru mencapai angka 73,76 persen dari target 100 persen yang harus dicapai pada tahun 2019 mendatang.  Assad menjelaskan dari 11 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku hanya kota Ambon yang sudah terelektrifikasi 100 persen.

“Untuk daerah lainnya, Malteng telah terelektrifikasi 79.75 persen, SBB 90.02 persen, SBT 53.87 persen, Buru 83.33  persen, Bursel 46.28  persen, Malra 82.94 persen Kepulauan Aru 36.52 persen, MTB 48.21 persen, MBD 42.08 persen dan Kota Tual 75.90 persen,” tandasnya

Menurut Assad, rasio elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan total penduduk yang ada di suatu wilayah.  Untuk mencapai target 100 persen tersebut, PLN akan menargetkan 1 tahun ada 100 desa yang sudah dialiri listrik hingga nantinya dalam empat tahun kedepan semua daerah bisa teraliri listrik.

“Jadi kalau kita bisa kejar setiap tahun 100 desa, tahun 2019 seluruh desa di Maluku sudah bisa dialiri listik. Tentunya untuk mewujudkan ini, PLN tidak bisa jalan sendiri namun harus didukung oleh pemerintah pusat dan daerah setempat,”jelasnya.

Assad juga mengaku pemadaman listrik beberapa hari di Kota Ambon disebabkan cuaca ekstrim. “Cuaca ekstrim yang terjadi seperti sekarang bisa mengakibatkan pemadaman listik sewaktu-waktu. Misalnya karena pohon tumbang dan ranting yang kena jaringan. Namun persediaan listrik di Ambon sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” akuinya.

Ditambahkan, dari 400.000 pelanggan listrik di wilayah PLN Maluku dan Maluku Utara, telah ada 37.000 pelanggan yang menggunakan listrik prabayar.

Sumber: siwalimanews.com

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments