oleh

Carut Marut PSB Kota Tangerang, Diduga Terjadi Jual Beli Bangku

ppdb2015

FAKTAPERS.COM, Tangerang

Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2015 di kota Tangerang banyak diwarnai konflik antara orang tua calon siswa, pihak sekolah, LSM, wartawan, dan pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang, pasalnya banyak sekali masalah-masalah yang timbul akibat banyaknya peran dan campur tangan dari pihak-pihak yang punya kepentingan. Walaupun secara teknis Penerimaan Siswa Baru 2015 kali inipun dilaksanakan dengan sistem online.

Dilihat dari sistem dan manajemen PSB tahun ini memang terkesan baik-baik saja, dikarenakan masyarakat berfikir bahwa proses pendaftaran tersebut tidak mungkin bisa di manfaatkan oleh pihak-pihak yang akan mencari keuntungan dari momen pendaftaran seperti pada saat belum dilaksanakan sistem online.

Dari keterangan beberapa narasumber yang ditemui faktapers.com menuturkan bahwa pihak dari panitia penyelenggara Penerimaan Siswa Baru Kota Tangerang sudah membagi-bagikan formulir pendaftaran dari sekolah-sekolah SMA Negeri setempat, parahnya lagi ada beberapa orang yang mendapatkan memo yang dibubuhi tanda tangan Sekdis Pendidikan Kota Tanggerang yang isi memo tersebut berisi agar dibantu untuk menerima siswa yang sudah ditulis namanya.

Namun pada saat Pendaftaran Siswa Baru ditutup, banyak sekali keluhan-keluhan dari pemegang formulir dan memo yang harus gigit jari dikarenakan sudah tidak berlaku dan dianggap gugur. Hal itu yang memancing terjadinya saling lempar tanggung jawab. Apalagi dari formulir dan memo dari dinas tersebut banyak diperjual belikan antara lima sampai sepuluh juta rupiah oleh pihak-pihak yang diberi kepercayaan dari instansi pendidikan terkait.

Kajun adalah salah satu orang tua murid yang mendapatkan memo dari salah seorang pejabat Dinas Pendidikan pada saat melakukan rapat disalah satu hotel terkemuka di Tangerang, menuturkan bahwa dirinya sudah mendaftarkan anaknya di SMAN 13 Tangerang, namun pada saat menemui Kepala Sekolah tersebut dikatakan ruangan sudah penuh dan tidak bisa menerima siswa dari rekomendasi formulir atau memo.

Lain halnya Dadang, dia mendapatkan formulir berstempel SMAN 3 Tangerang yang menurut pengakuannya dia dapat dari salah satu Anggota DPRD Tangerang juga harus menelan kekecewaan dikarenakan formulir itu sudah tidak berlaku lagi dan dikembalikan oleh pihak sekolah.

Dari fakta yang terjadi dilapangan sudah jelas apabila proses Penerimaan Siswa Baru ini kacau balau akibat kurangnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Provinsi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berfikir rasional akan hal-hal yang menyangkut percaloan.

Kita dapat menilai bahwa betapa mahalnya pendidikan dinegeri kita saat ini yang gembar gembor tentang Pendidikan Gratis yang sering kita dengar. Ternyata masih banyak proses pendaftaran yang belum dapat dipercaya seratus persen dapat menghilangkan praktek percaloan dan jual beli bangku.

Anwar S / Junaidi FP

Komentar

News Feed