Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Dinas Sosial Aceh Bekali 26 Eks Napi dan Narkoba Dengan Keterampilan...
Array

Dinas Sosial Aceh Bekali 26 Eks Napi dan Narkoba Dengan Keterampilan Industri

WEB DINSOS

FAKTAPERS.COM, Lhokseumawe.

Dinas Sosial Propinsi Aceh Melakukan Bimbingan dan Pelatihan bagi 26 Eks Narapidana dan Eks Narkotika di Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk dari pemberdayaan ekonomi bagi para mantan Narapida dan Narkoba yang telah menjalani hukuman di berbagai penjara di Indonesia.

Bimbingan sekaligus Pelatihan ini, dipusatkan di Kota Lhokseumawe, berlangsung selama empat hari mulai 12 s/d 15 Agustus dengan kegiatan pelatihan teknik  pembuatan tahu dan tempe yang dipusatkan di Pabrik Pembuatan Tempe dan Tahu di Desa Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Para Eks Narkoba yang yang mendapat pelatihan ini, berasal dari Kabupaten Aceh Utara, terutama bagi para mantan narkoba yang telah bebas dari tahanan, dan telah kembali menjadi masyarakat biasa di kampung mereka.

Kegiatan yang bersumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2015 dilaksanakan langsung oleh Dinas Sosial Aceh, di fasilitasi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Utara, sebagai pendamping dari bimbingan dan pelatihan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Utara, melalui Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Eks Napi dan Eks Narkotika Sri Sudiarni mengatakan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi motivator bagi para eks napi dan narkoba, dalam rangka memberdayakan ekonomi guna pemenuhan  kebutuhan hidup mereka, Katanya, Kamis (13/8) kepada fakta pers.

”Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat berusaha di tempat tinggal masing-masing, dan Insya Allah Dinas Sosial Aceh akan memberikan bantuan lanjutan, jika kegiatan industri mereka tekuni dan berkembang di lapangan”, Jelas Sri Sudiarni.

Selama pelatihan ini, para peserta sangat antusias mengikuti setiap bimbingan dan praktek yang diberikan oleh para pembimbing, mereka dengan tekun mengikuti, bahkan sebagiannya langsung ingin mempraktekkan usaha tersebut di tempat tinggal mereka”, Semua mengikuti dengan teliti setiap praktek yang diberikan, mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermamfaat dan mampu meberikan hasil yang positif bagi kelansungan ekonomi mereka”, ujar Sri mengakhiri.

Razali, salah satu peserta mengaku, sangat senang dengan pelatihan ini, menurutnya pelatihan ini sangat bermamfaat bagi mereka yang notabene susah mendapatkan pekerjaan, paska menjalani hukuman di Penjara”, Kami akan berusaha untuk membuka usaha ini, semoga bisa menjadi wiraswasta yang mandiri dan mampu membantu keluarga kami”, Ujar pria yang pernah mendekam di Lapas Nusakambangan ini.

(Mukhlis Lhokseumawe)FP

Most Popular

Recent Comments