oleh

Harga Ayam Meroket, Pedagang Merugi, Masyarakat Menjerit

-Daerah-586 views

daging ayam mahal

FAKTAPERS.COM, Serang.

Setelah mahalnya daging sapi, kini harga daging ayam ikut-ikutan  meroket hampir merata di sejumlah pasar di berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan pantauan wartawan faktapers, salah satunya di wilayah Provinsi Banten di Pasar Induk Rau, Serang, harga daging ayam mencapai Rp.38.000,- per ekor. Padahal harga pada saat normal berkisar Rp. 28.000 – Rp.30.000 per ekor.

Tak hanya masyarakat, namun juga banyak pedagang yang mengeluhkan tingginya harga daging ayam. Karena dengan tingginya harga daging ayam justru menimbulkan banyak kerugian bagi penjual. Seperti yang dialami Dadang (43), betapa tidak meruginya Dadang, biasanya dia berhasil memotong ayam sebanyak 75 ekor, namun sekarang seiring bertambah mahalnya daging ayam Dadang hanya mampu menjual 30 ekor saja.

” Dulu sebelum mahal saya biasa motong 75 ekor ayam, sekarang hanya mampu 30 ekor saja. Kami penjual daging ayam mengharapkan harga ayam bisa kembali normal “, ucap Dadang.

Tak hanya daging ayam, harga telur pun mulai merangkak naik. Harga telur pada saat normal berkisar pada Rp. 20.000 – Rp. 21.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp. 25.000 per kilogram.

Banyak pedagang mengaku tidak mengetahui penyebab meroketnya harga daging ayam. Kendati di beberapa daerah lain tersiar kabar penyebabnya adalah  karena mulai mahalnya harga pakan ayam. Namun, justru Akhmad Benbela Kepala Disdagperinkop (Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi) Kota Serang mengatakan hal berbeda. Menurutnya, harga daging yang kian melonjak tinggi merupakan dampak dari mahalnya daging sapi beberapa waktu lalu. Kendati demikian dirinya mengaku belum mendapatkan laporan berapa kenaikan harganya. Ia berjanji akan terjun ke lapangan untuk mengecek langsung kenaikan harga yang terjadi di pasaran.

Seharusnya memang dengan kenaikan harga ini penjual daging ayam bisa saja diuntungkan, namun sepertinya tidak berlaku untuk masalah yang dihadapi penjual daging ayam saat ini. Justru dengan kenaikan harga daging ayam, jumlah pembeli menurun secara signifikan sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi penjual daging ayam.

(Awi / Bram / Willianto) FP

Komentar

News Feed