oleh

Ini Kata Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon, “, Saya akan Tindak Jika Ada Hakim yang Main Dengan Perkara Hukum”,

hakim

FAKTAPERS.COM, Lhoksukon (Aceh Utara)

Ketua Pengadilan negeri Lhoksukon, T.Syarafi, SH., MH (foto-red) akan menindak tegas jika ada anggotanya yang bermain dengan perkara, baik itu pidana ataupun perdata, hal itu ditegaskannya, Jum,at (1/8) via telepon selular terkait kasus status Terdakwa pelaku penganiyaan dan kepemilikan narkoba yang bebas berkeliaran dilaur meski menyandang status sebagai terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Iskandar (39), warga Desa Dayah Tuha, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, adalah terdakwa pelaku penganiayaan terhadap Hera Kartika (24) ibu rumah tangga warga Desa Dayah Tuha Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara. Pelaku juga tercatat sebagai terdakwa kepemilikan narkoba.

Menurut Syarafi, dirinya telah memanggil dan meminta pertanggungjawaban hakim yang menyidangkan perkara tersebut”, Tadi pagi telah saya kumpulkan semua hakim tersebut, dan diakui memang perkara itu sudah disidangkan, tetapi karena terdakwa sakit, maka dikeluarkan surat pembataran dan ijin berobat”, ujar syarafi.

Dia juga tidak menampik kemungkinan, ada faktor lain dibalik pengeluaran surat tersebut, karena itu dia meminta kepada hakim, untuk kembali membatalkan surat pembataran itu, dan menghadirkan kembali terdakwa ke ruang sidang”, Dalam waktu dekat, saya perintahkan hakim untuk kembali menghadirkan terdakwa, dan kita juga akan koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk membantu hal itu”, jelas Syarafi.

Syarafi yang baru menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon mengakui, dirinya tidak main-main dengan perkara hukum, karena itu, siapapun hakim yang terlibat dan terbukti memainkan perkara akan diambil tindakan tegas”, Saya tidak main-main dengan perkara hukum, saya juga akan ambil tindakan tegas jika nantinya terbukti ada permainan dalam persidangan, masalah sudah ada perdamaian itu adalah untuk meringankan terdakwa, sedangkan perkara hukum tetap berlanjut”, tegas Syarafi .

Dalam waktu dekat, pihaknya beserta pihak Kejaksaan akan melakukan penjemputan kembali terdakwa, dan membatalkan surat pembantaran agar kasus ini kembali disidangkan”, saya akui mungkin ini kelalaian kami, tapi saya serius untuk menuntaskan persoalan ini, dan kasus serupa tidak boleh terulang kembali”, Pungkas Syarafi yang mengaku telah memeriksa para hakim tersebut.

jaksa

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon Teuku Rahmatsyah, SH (Foto-red) mengaku juga telah berkoordinasi terkait masalah ini, dirinya telah meminta Jaksa yang menangani kasus itu untuk segera menghadirkan kembali terdaakwa setelah dikeluarkan kembali surat pembatalan pembataran yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Lhoksukon

“, Kami siap berkoordinasi dengan Pihak Pengadilan, untuk menghadirkan terdakwa, bila perlu kita bantu pihak Kepolisian dalam penjemputan tersebut”, ungkap Rahmatsyah.

Sebelumnya dia mengaku, jika telah menerima laporan dari korban, tentang terdakwa yang tidak sakit, namun karena adanya kewenangan pihak Pengadilan karena adanya surat pembantaran, maka pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

Tanggal 5 Agustus ini, rencananya pihak Pengadilan akan mengeluarkan surat pembatalan terhadap surat pembantaran sebelumnya, agar terdakwa bisa dihadirkan dan harus kembali menjalani sidang, dan satus terdakwa adalah tahanan hakim selama sidang tersebut sebelum adanya vonis hakim (ingkrah) sebut Rahmatsyah. (Clisna-Lhokseumawe) FP

Komentar

News Feed