Kamis, Juni 17, 2021
BerandaTerbentur Permasalahan Tapal Batas, 67 KK Desa Waehotong Lama Memilih Bergabung Dengan...
Array

Terbentur Permasalahan Tapal Batas, 67 KK Desa Waehotong Lama Memilih Bergabung Dengan Kabupaten Buru Dari Pada Buru Selatan

perbatasan buru dan buru selatan

FAKTAPERS.COM, Buru (Maluku).

Akibat permasalahan tapal batas antara Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan ( Bursel). Akhirnya 67 Kepala Keluarga (KK) Desa Waehotong Lama, Kecamatan Aibuaya mengambil sikap tegas untuk tidak akan memilih dan menyalurkan hak suara mereka pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Bursel yang direncanakan berlangsung pada bulan Desember 2015. Demikian disampaikan Warga Desa Waehotong Lama Kepada Wartawan di Namlea Sabtu Kemarin 15/8 2015.

Menurut warga, Desa Waehotong Lama sejak leluhur terdahulu sudah masuk pada wilayah renshaf Penalisela yang bernaung dibawah kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, bukan Renshaf Fogi, Kecamatan Kepala Madan.

Mereka juga menguraikan, Desa Waehotong Lama saat ini memiliki 83 KK dan jumlah 67 KK tersebut lebih memilih bergabung dengan Kabupaten Buru, sedangkan 16 KK yang lainnya memilih bergabung dengan Kabupaten Bursel dibawah pimpinan Bupati Tagob Sudarsono Soulissa dan Wakil Bupati Ayub Saleky.

Kepastian dari sumber tersebut, mereka telah menyatakan sikap tegas. Beberapa pekan kemarin  Bapak Hakim Fatsey dan Antonius Lesnusa mencalonkan diri sebagai peserta bakal Calon Bupati Bursel.

Sabtu Malam 15/8 warga Desa Waehotong Lama akan menyampaikan keluhannya terkait tapal batas yang membingungkan kepada Bupati Buru, Ramly I. Umasugi, karena selama ini warga Desa Waehotong Lama meyakini bahwa desa mereka masuk pada wilayah Kabupaten Buru dimana Kades Defenetifnya adalah Larido Buton, bukan Idris Kamaro yang dilantik Mantan Camat Kepala Madan Kabupaten Bursel Hadi Longa bebera bulan yang lalu.

(Usman Tasidjawa) FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments