Jumat, Mei 14, 2021
BerandaTim Siluman Polda Aceh Tembak Mati Anggota Din Minimi
Array

Tim Siluman Polda Aceh Tembak Mati Anggota Din Minimi

IMG_20150827_170614
Anggota Kelompok Din Minimi dilumpuhkan dengan timah panas oleh Tim siluman Polda Aceh.

 

FAKTAPERS.COM, Lhokseumawe.

Satuan anggota Polda Aceh bersama Tim Reskrim Polres Lhokseumawe, Kamis (27/08) menembak mati salah seorang anggota Kelompok Din Minimi yang telah lama menjadi buruan Kepolisian Daerah Aceh.

Korban tewas bernama Junaidi (30) alias Berjuk warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara tewas ditembak anggota Polda Aceh, setelah melakukan perlawanan bersama seorang rekannya di SPBU Blangtuphat Kota Lhokseumawe.

Kronologi kejadian berawal dari pengintaian yang dilakukan Tim Polda dengan Reskrim Polres Lhokseumawe, berhasil menemukan Junaidi alias Berejuk salah satu korban yang lolos saat terjadi kontak tembak di Kecamatan Gereudong Pasee Minggu lalu.

Tim Polda dengan Sandi “Tim Siluman” memepet kedua tersangka yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha RX King berencana menuju SPBU. Disebut-sebut korban dengan rekannya akan mengambil jatah di SPBU tersebut.

Kadiv Humas Polda Aceh Kombes T. Saladin membenarkan insiden ditembaknya kelompok Din Minimi yang sejak beberapa bulan terakhir telah menjadi buruan jajaran kepolisan Aceh karena diduga memiliki senjata api dan melakukan berbagai aksi kejahatan di beberapa Kabupaten di Aceh.

Saat tim memepet kedua pelaku dengan mobil sekitar pukul 14.30 WIB di dekat SPBU Batuphat Timur Kota Lhokseumawe, kedua anak anggota Din Minim ini terjatuh, saat itu sejumlah petugas turun dan berusaha menyergap keduanya.

Junaidi yang membawa motor langsung memberontak melakukan perlawanan, sehingga terpaksa dilumpuhkan petugas dengan dua tembakan, satu mengenai bagian punggung, sedangkan satu laiinya mengenai bagian leher. Korban saat itu juga tewas di lokasi kejadian, sementara rekannya berhasil diringkus dan kini masih diamankan oleh Tim Polda Aceh.

Selanjutnya, paska insiden tewsanya Junaidi ini, sejumlah petugas rumah sakit langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe untuk dilakukan visum. Dari keterangan petugas kamar mayat, dua lubang terdapat di bagian punggung dan leher, sehingga korban sangat banyak mengeluarkan darah. “saat dibawa kemari, korban sudah tidak bernyawa, sementara kita simpan jenazahnya di lemari pendingin menunggu pihak keluarga menjemput jenazah tersebut”, Ujar Darmin petugas kamar mayat RSU. Cut Mutia.

Tidak Terjadi Kontak Tembak

Penembakan yang terjadi di Dekat SPBU Blangtuphat, sontak membuat masyarkat ketakutan dan kaget mendengar suar letusan senjata api, beberapa warga melihat ada korban yang ditembak mengenai bagian kepala hingga darah segar mengalir deras di pelatarn SPBU tersebut”, Kami Cuma dengar dua kali suara tembakan, setelah itu kami lihat ada pria yang jatuh dengan kepala mengeluarkan darah, kemudian jenazah itu ditutup dengan koran oleh warga sebelum dibawa ke rumah sakit”, Ungkap Radiah warga yang kebetulan melihat kejadian usai penembakan tersebut.

Paska tewasnya anggota Din Minimi tersebut, keberadaan seorang rekan korban yang pada saat kejadian juga diringkus Tim Polda masih belum diketahui, namun beredar informasi jika pelaku kini sedang dilakukan penyelidikan dan pengembangan terkait adanya senjata api yang masih disimpan oleh kelompok ini. Sementara itu dari Blackberry Messanger (BBM) tersebar foto senjata yang diduga milik Brejuk korban yang dilumpuhkan Tim Polda, berupa satu pucuk senjata laras panjang jenis AK 56 beserta sejumlah amunisi dan satu buah borgol.

(Muchlis )FP

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments