Minggu, Mei 16, 2021
BerandaIni Penyebab Tenaga Sepeda Motor Matic "Ndut-ndutan"
Array

Ini Penyebab Tenaga Sepeda Motor Matic “Ndut-ndutan”

motor maticFAKTAPERS.COM|

Sepeda motor matic sudah menjadi primadona dan semakin banyak peminatnya diera sekarang ini. Selain lebih mudah dalam penggunaannya juga memberikan kenyamanan tersendiri pada saat mengemudikannya. Dilihat dari jumlah kendaraan tersebut yang banyak kita jumpai dijalan raya atau mungkin anda adalah salah satu pemilik kendaraan yang yang mulai populer dipertengahan tahun 2002-an itu.

Kendaraan roda dua yang mengunakan sistem CVT atau (Continous Variable Transmission) ini semakin banyak model dan variasi yang ditawarkan oleh produsen-produsen sepeda motor di Indonesia. Mereka menawarkan tekhnologi terbaru dan memberikan jaminan perawatan kepada pengguna produknya. Bahkan dengan mengunakan jasa pembiayaan yang mudah uang muka ringan menjadi trend tersendiri bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan matic impiannya.

Secara kinerja dan perawatan sepeda motor matic jelas berbeda dengan kendaraan jenis bebek lainya, Pada kesempatan kali ini kita akan membahas penyebab sepeda motor matic sering “ndut-ndutan’ pada kondisi grip gas dipuntir, atau saat kendaraan sedang melaju dijalan datar. Hal itu sangat mengganggu kenyamanan kita pada saat berkendara.

Jenis kendaraan ini umumnya menggunakan komponen vital dengan CVT yang ada di dalam sistem motor matic yaitu roller. Roller merupakan komponen yang berada di bagian pulley depan atau pulley primer. Jenis kendaraan ini menggunakan komponen yang menghubungkan drivebelt yang bertumpu pada pulley. Roller merupakan pemberat mengatur besar kecilnya diameter pulley menjadi perbandingan reduksi putaran mesin pada saat grib gas diputar.

Berbentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari pulley. Roller ini ada umur penggunaannya juga. Apabila bentuknya sudah tidak bundar lagi, maka sudah waktunya mengganti roller motor matic Anda. Bila motor manual bisa dimodifikasi performanya dengan mengganti gir depan dan belakang, maka motor matic juga bisa diakalin juga dengan mengganti roller-nya.

Hal ini dapat mengorbankan akselerasi namun mendapatkan top speed yang lebih tinggi dengan menggunakan roller yang lebih berat. Namun sebaliknya, jika ingin memperoleh akselerasi yang lebih responsif, tetapi top speed akan sedikit berkurang, Anda dapat menggunakan roller yang lebih ringan agar mengurangi beban dapur pacu.

Kondisi roller yang sudah kurang bagus bisa dideteksi dari suara berisik dari bagian box CVT. Jika sudah sampai mengeluarkan suara seperti itu dapat dipastikan fisik roller sudah berubah bentuk, tidak bulat sempurna lagi. Hal ini disebabkan dari cara pemakaian sepeda motor hingga menyebabkan roller jadi peyang.

Akibat roller sudah peyang mengakibatkan fungsi belt performanya menurun. Saat grip gas dipelintir akan terasa ‘ndut-ndutan’. Apabila ciri-ciri seperti itu sudah terasa di motor matic Anda, disarankan untuk segera mengganti roller-nya. Karena jika terus dipaksakan, akan membuat kerusakan dan dapat merembet ke komponen lain semisal kampas kopling dan juga drive belt.

(Umar S / Maikhel)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments