Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Polda Jabar Mandul Mengusut Kasus Prostitusi Hotel Flamingo, Pemilik Hotel Belum...
Array

Polda Jabar Mandul Mengusut Kasus Prostitusi Hotel Flamingo, Pemilik Hotel Belum Tersentuh Hukum

Polda Jabar
Kepolisian Daerah Jawa Barat

FAKTAPERS.COM, Jawa Barat.

Tidak akan ada habisnya apabila bicara prostitusi, seperti sudah menjadi budaya masyarakat yang melekat diseluruh sudut negeri didunia ini. Ibarat penyakit yang tidak akan pernah sembuh dan akan terus ada sampai akhir jaman apabila membicarakan kegiatan yang menyangkut  nafsu syahwat dan transaksi birahi dikalangan pria hidung belang maupun wanita penjaja tubuh yang banyak kita temui ditengah-tengah masyarakat, dari prostitusi secara terang-terangan maupun prostitusi terselubung dengan mengunakan kecanggihan tekhnologi masa kini atau ada pula dengan kedok tempat hiburan maupun tempat-tempat kebugaran seperti pijat dan salon spa.

Seperti pemberitaan faktapers.com tentang bisnis prostitusi terselubung berkedok hotel, salon spa, dan karaoke yang melibatkan anak-anak dibawah umur di kawasan pantai utara (Pantura), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang sudah kita beritakan berkali-kali, yang mana telah dilakukan penggrebekan Hotel Flamingo oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat pada Selasa dinihari 25/8/2015 belum memasuki babak baru maupun perkembangan yang berarti.

awi
Awi Felix Samudera (Wartawan Tabloid Fakta Aktual & faktapers.com)

Kasus yang sudah berjalan hampir satu bulan ini seolah-olah berjalan ditempat dan tidak memenuhi harapan masyarakat yang mengharapan penegakan hukum dengan semestinya. Polda Jabar diduga tumpul dan mandul dalam mengusut maupun mengembangkan kasus ini sampai ke akar-akarnya. Namun sampai detik ini pemilik hotel yang notabene adalah Hj. Yossi yang dikenal masyarakat Indramayu adalah pengusaha kaya yang memiliki hubungan khusus dengan Karmadi, yang juga oknum kepala desa yang masih bebas berkeliaran dan belum tersentuh hukum.

Hj. Yossi yang terkenal memiliki banyak bidang usaha dan kaya raya didaerah tersebut, diduga telah ada permainan uang guna melancarkan usaha miliknya maupun berlindung dari hukum yang selama ini berusaha menjerat dirinya akibat mulai dari terbongkarnya sedikit demi sedikit usaha terselubung yang dia jalankan selama ini. Menurut informasi dari penelusuran wartawan faktapers.com, banyak oknum-oknum pejabat pemerintah maupun institusi hukum yang rela menjadi penjilat guna mendapatkan imbalan materi dari pengusaha kaya tersebut.

wilianto
Wilianto (Wartawan Tabloid Fakta Aktual & faktapers.com)

Seperti halnya yang terjadi dengan kasus prostitusi hotel Flamingo yang melibatkan  anak-anak dibawah umur dan sudah jelas-jelas bertentangan dengan pasal 88 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal 6 miliar rupiah ini seolah-olah tenggelam dan semakin tidak jelas ujung pangkalnya. Pasalnya wartawan yang berusaha menelusuri proses berjalannya kasus ini di Unit PPA Polda Jawa Barat yang tidak mendapatkan informasi secara detail dan terkesan ditutup-tutupi.

Saling lempar keterangan dan tanggung jawab, juga memberi keterangan yang bertele-tele membuat para pencari berita ini menduga ada permainan dibalik proses kasus ini. Kami sempat dibuat kebingungan dengan rilis berita yang diberikan pihak Humas dengan fakta sebenarnya yang ada dilapangan. Berjam-jam kami menunggu keterangan tertulis hanya untuk mendapatkan secuil informasi yang diharapkan dapat dipublikasikan ke masyarakat luas. Mereka selalu beralasan hanya dapat memberikan informasi yang minim, mengingat kasus ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan.

Ditempat berbeda menurut keterangan pihak pelapor yang saat ini di dampingi oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkemuka di Jawa Barat akan melaporkan guna meminta keadilan dengan kasus ini kepada pihak Kompolnas, KPAI, Irwasum, atau ke Propam Mabes Polri bila perlu, pihaknya akan terus mencari keadilan sampai dimanapun apabila Polda Jabar belum melakukan penanganan serius maupun ketegasan guna mengusut tuntas kasus ini dan membui orang-orang yang lebih bertanggung jawab seperti Hj. Yossi.

(Awi FS / Wilianto / Johan)FP

 

Most Popular

Recent Comments