Jumat, Juli 30, 2021
BerandaWarga Kembangan Dikejutkan Penemuan Bayi Perempuan di SMPN 207
Array

Warga Kembangan Dikejutkan Penemuan Bayi Perempuan di SMPN 207

Penemuan Bayi Kembangan

FAKTAPERS.COM, Jakarta.

Anda mungkin sudah bosan dengan berita kejadian penemuan dan penelantaran bayi yang kerap kali terjadi ditengah masyarakat kita. Prilaku biadab orang tua yang tega membuang, membunuh, ataupun menelantarkan darah dagingnya sendiri akibat permasalahan pribadi mereka yang mungkin menjadi permasalahan aib maupun permasalahan ekonomi. Kemajuan tekhnologi dan seiring semakin bebasnya gaya hidup membuat orang tidak berfikir jauh untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji dan tidak bermoral.

Seperti yang terjadi Sabtu malam 8/9/2015 sekitar pukul 20.00 WIB, warga Kelurahan Kembangan Utara dikejutkan dengan penemuan bayi yang berjenis kelamin perempuan disemak-semak dibelakang SMPN 207 Jakarta Barat. Penemuan bayi mungil yang diperkirakan baru berusia 1 hari tersebut bermula saat warga bernama Juminah (49) yang kesehariannya berjualan warung kelontong dirumahnya mendengar tangisan bayi yang sumber suaranya dari semak-semak dibelakang sekolah.

Juminah yang curiga malam-malam ada tangisan bayi dari tempat yang tidak semestinya langsung mendekati dan mencari sumber suara itu. Benar saja, Juminah mendapati bungkusan kain yang cukup rapi dan didalamnya ada sesosok bayi mungil yang sedang menangis, sontak Juminah berteriak dan memanggil warga lainya untuk menolong dan mengamankan bayi malang tersebut.

Warga yaang dihebohkan dengan kejadian penemuan bayi itu langsung berinisiatif melaporkan kejadian ke Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Tak lama berselang aparat Polsek Kembangan yang dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Iptu Asmoro Bangun, SH yang didampingi Binmas Srengseng, Wayan Sumber datang dilokasi penemuan bayi.

Setelah meminta keterangan warga dan saksi kejadian, pihak Polsek Kembangan langsung membawa bayi malang itu ke Rumah Sakit Kembangan, namun pihak rumah sakit menolak dengan alasan tidak ada peralatan untuk merawat bayi. Akhirnya bayi malang itu dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Cileduk guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Namun menurut keterangan,  bayi mungil yang tidak tahu apa dosanya itu dikabarkan dalam kondisi sehat dan masih menjalani perawatan dari pihak rumah sakit.

Polisi terus menyelidiki dan mendalami kasus ini guna mencari informasi siapa orang tua bayi malang yang tega meninggalkan darah dagingnya disemak-semak seorang diri pada saat malam hari. Dari peristiwa-peristiwa yang sering kita lihat dan dengar selama ini dengan kasus-kasus yang berkaitan dengan pembunuhan, penelantaran, kekerasan, bahkan pelecehan seksual terhadap anak-anak dapat disimpulkan bahwa masyarakat kita ini masih minim sekali pengetahuan dengan Undang-undang perlindungan anak dan kurangnya pengawasan maupun pemahaman tentang budaya dan hukum agama yang berguna sebagai pondasi awal untuk hidup bermasyarakat.

(Umar Satria)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments