oleh

3 SMP di Kabupaten Buru Gelar Kurikulum 13

1

FAKTAPERS.COM, Namlea

Demi menunjang kemampuan dan perubahan pola pikir guru dalam pendampingan sumber belajar Kurikulum 13 (K13), akhirnya 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buru mengggelar kegiatan K 13, selama dua hari dimulai 16 hingga 17/10 2015.2

Penyelenggaraan kegitan itu berlangsung di lokasi Aula SMP Negeri 4 Mako dan menghadirkan ketiga SMP diantaranya, SMP Negeri 4 Mako, SMP Satu Atap (STAP) Unit 10 dan SMP Negeri Karang Jaya dibuka Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Norman Hamzah, SH, SPd, M.MPd dan didampingi Hi Adjid Fatsey. Peserta yang ikut dalam kegitan itu antara lain, Kepala UPTD, Kepsek, Dewan Guru dan Tenaga Administrasi

Hamzah dalam sambutan mengatakan, tahun ini 3 sekolah SMP di kabupaten ini dijatahkan mengikuti Workshop pendampingan K13 guna mengasah kemampuan guru untuk dapat menerapkan perubahan pola pikir dan selanjutnya untuk menerapkan pendampingan belajar K13 pada kelas 7 dan menunjang daerah terpencil dan keseragama, karena selama ini Worshop belum sepenuhnya tersalur dengan baik pada daerah terpencil” Ujarnya.3

Kemudian lanjut Kadis Pendidikan, bahwa selama ini pula tunjangan terpencil bagi guru yang mengabdi ditempat tugas/  Daerah terpencil belum sepenuhnya diakomodir,olehnya itu penempatan guru pada daerah terpencil dapat disesuaikan, bahkan tahun ini ada 10 orang anak Adat/Dataran pegunungan siap mengabdi di daerah terpencil dan Pemerintah Daerah telah mengeluarkan SK Honor Daerah” Kata Hamzah.

Pembawa materi dari kegiatan tersebut menghadirkan Widiaswara dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku, Engel Bertus Kafroli, dan Widiaswara dari Pengawas Kabupaten Buru selanjutnya materi tersebut meliputi management kurikulum perubahan, menyusun RPP dan instrument penilaian, Pengelolaan Laboratorium, Pengelolaan perpustakaan dan penyusunan RKAS.

Sementara itu Engel Bertus Kafrole kepada wartawan mengatakan, kegitan semacam ini harus merubah pola pikir para guru yang merupakan sumber belajar, karena K13 anak/siswa harus mencari dan menemukan ilmu sendiri lewat baca, pendekatan sains tifik, mengamati, menanyakan, mencoba, melalui nalar, mengasosiasi dan mengkomonikasi, olehnya itu dengan pendekatan saintifik maka mucul kreatifikasi dan seluruh peserta didik” Ungkap Kafrole.

(Usman Tasidjawa)FP

Komentar

News Feed