oleh

Dibalik Kisah Dugaan Skandal Bos Hotel Flamingo dengan Oknum Kepala Desa

-Daerah-414 views
Foto Karmadi & Hj. Yossi
Karmadi (kiri) dan pasangannya ,Hj. Yossi (kanan)

FAKTAPERS.COM, Jawa Barat.

Bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, siapa yang tidak mengenal Hj. Yossi, sosok perempuan berparas cantik itu dikenal dengan segudang bisnis dan perempuan kaya yang memiliki berbagai macam usaha. Tidak diketahui secara pasti sumber modal yang dia peroleh untuk membuka bidang usaha yang sampai sekarang bisa dibilang sukses. Namun menurut keterangan berbagai sumber, perkenalannya dengan pengusaha dari luar negeri itu yang menjadi sumber permodalan dalam semua bisnisnya.

Dari keterangan sumber terpercaya kepada faktapers.com, Hj. Yossi yang awalnya gadis kampung yang merantau di Jakarta dan menjadi perempuan malam mendadak berubah derajat hidupnya dengan memulai usaha dibidang properti dan perhotelan didaerahnya. Tak disangka bisnis yang dia tekuni selama ini berkembang pesat hingga menjadi perhatian publik setelah salah satu usaha tempat hiburan miliknya yang digrebek oleh Polda Jawa Barat karena memperkerjakan anak-anak dibawah umur yang dijadikan pekerja seks komersial atau lebih dikenal dengan PSK.

Awal mula penggrebekan tersebut akibat polisi mencium aroma busuk dari usaha Hj. Yossi yang berkedok Hotel (Flamingo Red) yang didalamnya terdapat tempat hiburan karaoke dan spa kebugaran dengan memberikan pelayanan esek-esek kepada pengunjungnya.  Publikpun dibuat ramai dengan beredarnya kasus tersebut, walaupun sampai saat ini Bos Hotel Flamingo itu masih bebas menghirup udara segar diluar jeruji besi.

Hj. Yossi yang lihai dan terkenal memiliki banyak materi itu diduga keras telah melakukan manuver-manuver hukum guna menyelamatkan diri dari jeratan hukum, berbagai macam cara dia lakukan untuk dapat melenggang bebas tanpa harus memperdulikan semua karyawan yang bekerja ditempat hiburan tersebut yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jawa Barat.

Menurut keterangan pegawai tempat hiburan yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada faktapers.com menuturkan bahwa dalam mengelola bisnis haramnya Hj. Yossi dibantu oleh seorang oknum kepala desa atau didaerah tersebut dipanggil ‘kuwu’ di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu yang diketahui bernama Karmadi.

Karmadi adalah sosok oknum kepala desa yang dikenal playboy dan memiliki banyak isteri dan diduga juga telah menikah sirih dengan Hj. Yossi. Bak gayung bersambut kedua pasangan yang sama membutuhkan dalam urusan bisnis maupun urusan birahi itu menjalin asmara sekitar dua tahun terakhir. Ironisnya kedua orang ini diketahui telah memiliki pasangan masing-masing dan lebih parahnya Karmadi telah memiliki empat orang isteri simpanan.

Apabila dipikir secara nalar bagaimana bisa seorang perangkat pemerintahan atau dibilang sebagai alat negara bisa memiliki isteri lebih dari satu dinegara ini. “Kalau wartawan bisa empat ya kang..?” canda salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya dan mengundang gelak tawa pada wawancara malam tersebut.

Memang menurut keterangan, Karmadi adalah sosok pemimpin yang dikenal arogan oleh warganya, seperti yang diceritakan oleh salah satu warga Desa Gunungsari kepada faktapers.com kalau oknum lurah tersebut seringkali menyelesaikan masalah pribadinya dengan cara-cara preman dan kekerasan. Dia tidak segan-segan mengerahkan anak buahnya untuk mengintimidasi dan mengancam kepada orang-orang yang memiliki masalah dengan dirinya.

Namun dari figur keganasan Karmadi yang dikenal warganya selama ini, dia juga memiliki kesenangan menyanyi dangdut dan berganti-ganti pasangan. “Pak kuwu teh hobinya joget, awewenya banyak, mana geulis-geulis pisan”. celoteh salah satu warga yang memakai ikat kepala batik dikepalanya.

Dari hasil wawancara kami dengan narasumber diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pasangan Hj. Yossi dan Karmadi adalah pasangan yang sama-sama menyenangi dunia hiburan dan kemaksiatan. Terbukti dari bisnis hiburan yang mereka jalankan secara terselubung dengan berkedok hotel yang didalamnya ada lingkaran bisnis prostitusi dan diperparah dengan memperkerjakan anak dibawah umur.

Diharapkan pihak penyidik dari Kepolisian Daerah Jawa barat agar lebih serius mengusut tuntas kasus ini dan menjebloskan para penanggung jawab bisnis itu ke hotel prodeo. Pemerintah juga dihimbau untuk lebih memberikan pengawasan lebih ketat terhadap ijin usaha yang menyangkut usaha tempat hiburan. Jajaran setingkat Kecamatan maupun Kabupaten juga diminta bertindak tegas terhadap bawahannya yang memikul tanggung jawab sebagai perangkat pemerintah yang telah menyalahi aturan dalam jabatannya, khususnya mengenai pejabat yang memiliki isteri lebih dari satu orang.

(Awi FS / Wilianto / Sormsel)FP

Komentar

News Feed