Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaKrisis Ekonomi, Pedagang Motor Bekas Mengeluh Sepi Pembeli
Array

Krisis Ekonomi, Pedagang Motor Bekas Mengeluh Sepi Pembeli

showroom motor bekas

FAKTAPERS.COM, Jakarta.

Krisis ekonomi di Indonesia saat ini benar-benar sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek ekonomi dimasyarakat. Terlihat jelas dari menurunnya daya beli konsumen terhadap kebutuhan primer maupun skunder. Hal itu menambah kesulitan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian sehari-harinya dengan berdagang maupun bergerak dibidang jasa.

Seperti penelusuran Umar Satria, wartawan faktapers.com yang melakukan wawancara dengan beberapa pedagang kendaraan roda dua second atau lebih dikenal dengan motor bekas dibeberapa tempat di Jakarta Barat, yang mana pada saat ini kondisi barang dagangan mereka menumpuk akibat terkena dampak krisis ekonomi.

Seperti yang dialami Khairudin, pemilik showroom motor bekas yang berlokasi di Jalan Kedoya Utara No. 6, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menuturkan bahwa sudah tiga bulan terakhir ini bisnis motor bekasnya seperti mati suri dan entah sampai kapan akan kembali normal. Khairudin yang biasanya dapat menjual 5 sampai 10 unit motor per minggunya kini nyaris tidak ada pembeli sama sekali.

Sedangkan biaya operasional baik itu sewa tempat maupun untuk bayar listrik dan air terus dikeluarkannya setiap bulan, belum lagi untuk gaji karyawan yang setiap harinya menjaga dan merawat selurut unit kendaraannya. Untuk itu Khairudin berharap krisis ekonomi segera berlalu dan pertumbuhan ekonomi kembali normal seperti sebelumnya.

Harapan senada juga disampaikan oleh Kajun, juga salah satu pedagang motor bekas di Kembangan, Jakarta Barat yang menginginkan perhatian dari pemerintah terhadap usaha kecil agar diberi kemudahan dalam angsuran kredit modal usaha ke salah satu bank pemerintah yang selama ini dia gunakan untuk perputaran modal guna membeli unit kendaraan bekas dari pemakai. Karena dengan menurunnya omset penjualan saat ini sangat memberatkan usahanya apabila terlalu ditekankan untuk membayar angsuran sebagaimana perjanjian awal kredit.

(Umar Satria)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments