oleh

PT Nursyam dan PT Putri Bungsu Tidak Mengunakan Matrial Batu Pecah dan Papan Nama Proyek

-Daerah-245 views
PT 1
Pekerjaan Duiker, Dinding Penahan Tanah dan Drainase tak berkualitas

FAKTAPERS.COM, Namlea.

Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan paket Mako-Marloso dan Airbuaya-Samalagi yang dikerjakan PT Nursyam dan PT Putri Bungsu yaitu, salah satu Perusahaan asal Papua yang memiliki satu Big Bos, kini pekerjaan ruas jalan tersebut Diduga kuat tidak menggunakan lapisan atas agregat kelas A berupa Batu Pecah dan Papan Nama Proyek sesuai standart dan spekct kontrak kerja, sementara itu kegitan tersebut mengandalkan hamparan sertu tanpa siraman air untuk pemadatan selanjutnya pekerjaan itu ditutupi dengan aspal Hotmix.PT 2
Selain itu juga pekerjaan yang dikerjakan dua perusahaan raksasa asal Papua ini, berupa, Pekerjaan Duiker/Gorong-Gorong, Dinding Penahan Tanah/Talud dan Drainase/Saluran sesuai Pantuaan Wartawan, pekerjaan tersebut sementara dikerjakan dan pekerjaan itu tampa menghitug mutu dan kualitas pekerjaan itu sendiri, sedangkan sisa berakhirnya waktu pekerjaan berakhir tinggal kurang 2 bulan, alias Desember 2015 berakhir masa kontrak.

Kondisi paradox ini perlu di audit oleh pihak aparat penegak hukum baik itu pihak Kepolisian maupun pihak Kejaksaan mengingat tenggang waktu Profesional Hand Over (PHO) mencapai 90 persen, sementara pekerjaan dilapangan masih dilakukan penimbunan dan pekerjaan lain-lain tanpa memperhitungkan mutu dan kualitas sesuai Bestek.

PT 3 Masyarakat Kabupaten Buru menilai, pekerjaan yang dibangun perusahaan asal Papua hanya mengejar masa akhir jadwal Kalender, sementara mutu dan kualitas tidak di andalkan, bahkan pelebaran ruas jalan seluas 2 Meter di duga tidak mencukupi 2 meter sesuai Bestek, hal ini menjadi momok bagi warga yang mendiami Bumi Bupolo.

Untuk itu masyarakat Buru berharap, Balai Jalan dan Jembatan Nasional wilayah XI Maluku dan Maluku Utara dapat mengambil langkah tegas terhadap kegiatan pembangunan pelebaran ruas jalan, Duiker, Drainase dan Dinding penahan yang dibangun dua perusahaan raksasa asal Papua yang tidak memperhitungkan mutu dan kualitas pekerjaan itu sendiri, bila hal ini diabiarkan dan tidak ada ketegasan/sangsi kepada perusahaan tersebut, maka kami masyarakat Buru tuding Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah XI Maluku dan Maluku Utara Dituding ada dugaan kong kalikong.

(Usman Tasidjawa)FP

Komentar

News Feed