oleh

Yayasan Pelangi Maluku Canangkan Sosialisasi HIVdan AIDS di Kabupaten Buru

-Daerah-205 views

Buru2FAKTAPERS.COM, Namlea.

Yayasan Pelangi Maluku dibawah pimpinan, Dra. Rosa Pentury Senin 26 Oktober tahun 2015 mencanangkan sosialisasi kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru dengan tema, “Pelatihan Fasilitator Peer Review Dalam Kerangka Desiminasi Pelayanan dan Upaya Menuntaskan Kepatuhan Petugas Kesehatan Terhadap Standar Pelayanan”.

Kegiatan itu berlangsung di ruang RM Citra Wagi/Namlea selain menghadirkan Dra. Rosa Pentury bersama Marlyn Sopaheluwakan dan Andre Sopulatu tim YPM dari Ambon, juga menghadirkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru yang diwakili Sekertaris Dinas Kesehatan, Sakim Tuhuteru didampingi, Wan Marwapey mengahdirkan Petugas Puskesmas Dinas Kesehatan di 10 Kecamatan di Kabupaten Buru Diantaranya, Kecamatan Namlea, Lilialy, Waplau, Fena Leisela, Arbuaya, Mako,Waelata, Lolong Guba, Teluk Kaiely dan Kecamatan Batabual berlangsung selama tiga hari dimulai Senin 26 hingga Rabu 28 Oktober 2015.

Buru1Buru3

Sambutan yang disampaikan Dra. Rosa Pentury pada kegiatan tersebut mengatakan, “Yayasan Kami ini berdiri sejak tahun 2000 dan tumbah di daerah konflik dan selama ini selalu bekerja sama dengan AUSID, USAID, UNDP, MEI, SAVE, THE CHILREN, CWS, GLOBAL FUND, JRS, CARDI, Pemerintah Provinsi dan Pebankan di Maluku bersama Kementrian Agama dan lain- lain”. Ujarnya.

Program Primadona saat ini dijalankan YPM di Maluku Kata Pentury, adalah program HIV dan AIDS, adalah Advokasi Perempuan dan Anak atas dukungan kepada ODHA yaitu program Kesehatan Malaria, Kia dan Imunisasi, Pendidikan dan Paud dan Advikasi kebijakan dan lain- lain, olehnya itu lewat kegiatan pelatihan fasilitator tersebut Tambahnya, materi yang dimiliki ini dari setiap peserta  dari setiap bidang teknik masing- masing diharapkan dapat mensosialisasikan kembali ditempat tugas masing- masing” Harap Ny Pentury.

Program YPM yang Kami laksanakan Pulau Seribu ini tutur Ny. Pentury, pertama dengan Pemerintah Provinsi  Ambon dilanjutkan di Dinas Kesehatan Kabupaten MTB meliputi, Puskesmas Saumlaki, Adaut, Seira, Larat dan Puskesmas Lorlurun, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Buru selama tiga hari dan seluruh kegitan kami ini di danai oleh INICEF, oleh karena itu ditahun ini juga kami akan mengunjungi kabupaten lain yang belum dikunjunginya.

Buru4Buru5

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru yang diwakili Sekertaris Sakim Tuhuteru. Dalam sambutan mengatakan, peningkatan akses dan kualitas kesehatan Ibu dan  Bayi merupakan hal penting dalam upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi dan menunjang pencapaian target MDG tahun 2015, untuk itu dewasa ini Kabupaten Buru angka kematian ibu dan bayi masih tinggi, olehnya itu untuk pencakupan pelayanan kesehatan tutur sekertaris, Ibu dan bayi juga masih rendah, dimana cakupan itu anternafal K1 64 persen, K4 51,99 persen, PN 50,09 Persen dan Kunjungan Neonatus 44,94 Persen”. Kata Tuhuteru.

Selain angka yang disajikan tambahnya, Indikator akurat sebuah keberhasilan pemuatan kapasitas para bidang menjadi ujung tombak dalam program KIA, karena itu Kata Tuhuteru, perlu peningkatan kapasitas bidang dengan berbagai cara agar proses peningkatan tersebut lebih signifal melahirkan selalu sama. Konsep itulah yang dilaksanakan dikabupaten ini”. Pungkas Tuhuteru.

Untuk itu diharapkan berpertisipasi dan keseriusan dalam mengikuti kegiatan ini agar apa yang disampaikan tidak sia-sia sehingga menjadi bekal untuk memperbaiki kinerja petugas kesehatan baik dari aspek management maupun pelayanan kesehatan agar lebih baik dan bermutu dalam menjalangkan tugasnya serta mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bay di Nusa Bupolo.

(Usman Tasidjawa)FP

Komentar

News Feed