Rabu, Juli 28, 2021
BerandaPC PMII Palas Geram Minta : "Copot dan Tangkap Kadis PU dan...
Array

PC PMII Palas Geram Minta : “Copot dan Tangkap Kadis PU dan PE Palas”

PMII-Palas-GeramMinta-Kepala-Dinas-PUPE-Dicopot

FAKTAPERS.COM, Padang Lawas.

Puluhan mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Rabu (18/11) menyatakan sikap dan lakukan unjuk rasa, di Halaman Kantor PU dan PE (Pekerjaan Umum dan Pertambangan Energi) Kabupaten Palas.

“Koruptor adalah penghianat, kejahatan, kenistaan, perampok, teroris, pemerkosa yang keji, kami datang untuk turun kejalan dan memberikan stament menyuarakan rasa sakit, tertindas, di bohongi, merasa di aniaya, di dzhalimi serta sangat menyayat hati dan memberikan luka pedih yang teramat sangat dihati kami. Kami menuntut atas hak kami yang di malingi para koruptor yang berdarah dingin dan merupakan pembunuh masal bagi kami”. Demikian dikatakan puluhan mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang melakukan unjuk rasa pasda Rabu (18/11).

Dalam orasinya, mahasiswa PMII yang dipimpin oleh Pengurus Cabang PMII Kab Palas, Kadir Nasution didampingi koordinator aksi, Zul Heriaman Nasution dan Koordinator lapangan, Milhan Husein Siregar menyatakan sikap yakni, meminta kepada Kepala Inspektur Kab Palas agar merekomendasikan pencopotan jabatan Kadis PU dan PE kepada Bupati Palas. Meminta kepada Bapak Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) memproses dan menindaklanjuti, serta menangkap Kadis PU dan PE Kab Palas, Ulil Padli Nasution yang diduga sudah banyak merugikan pembangunan di Kab Palas dan telah meresahkan Masyarakat.

Meminta pertanggung jawaban Sekertaris PU dan PE Kab Palas, Hamka Harahap S IP, sebagai ketua panitia lelang di Dinas PU dan PE yang kuat dugaan telah  melanggar UU Nomer 80 Tahun 2003 Tentang pengadaan barang dan jasa dan UU Nomer 21 Tahun 2001 Tentang tindak Pidana Korupsi. Meminta Kapolres dan Kejari Sumut mengusut tuntas lanjutan pembangunan jembatan Ujung Padang Kecamatan Huta Raja Tinggi (Huragi) dengan anggaran Rp.4.949.100.000,- Tahun Anggaran 2013 dan  peningkatan jalan lintas Huristak sebesar RP. 1,4 M.

Meminta mengusut tuntas dugaan korupsi program kegiatan Rehabilitas atau Pembangunan bendungan permanen persawahan Pulo Payung Pinarik Kecamatan Batang Lubu Sutam yang beranggaran BDB Tahun 2013 sebesar RP.3.881.261.000.- realisasi setelah pengurangan, dengan banyaknya proyek siluman, (yang tidak memiliki papan informasi proyek) sehingga menjadi tanda tanya bagi masyarakat Kab Palas, Meminta Usut dan tuntaskan lanjutan pembangunan jembatan sungai barumun Kec Huristak dengan anggaran sebesar Rp.6.368.805.000,- yang sampai detik ini tidak ada kejelasan.

Ketum PMII Kab Palas, Kadir Nasution kepada wartawan mengatakan, sebagai organisasi professional, kami akan terus mengawal setiap kebijakan birokrasi dan legeslatif demi terwujudnya pemerintahan Padang Lawas bercahaya yang diharapkan melakukan perubahan terhadap masyarakat yang sampai saat ini belum sepenuhnya dapat di implementasikan. Bila melihat kembali janji-janji politik yang dikampanyekan sebelumnya tentu masyarakat sangat mengharapkan perubahan, akan tetapi kesenjangan dipemerintahan Palas ternyata semakin menjadi-jadi.

Tambahnya Kadir, Masyarakat akan sejahtera bilamana penyelenggara dan penyelenggaraan pemerintah jujur, karena sektor-sektor yang dibangun pasti sesuai dengan rencana kebijakan publik yang telah ditentukan dan akan memberi manfaat yang besar bagi kepentingan masyarakat secara keseluruhan, korupsi merupakan satu tindakan kejahatan yang sangat bejat, dimana banyak orang mengambil yang bukan haknya, uang rakyat dihabiskan untuk kepentingan pribadi.

“Semoga saja harapan kami ini menjadi semakin kelihatan pada setiap penyelenggaraan pemerintah di Negara Repoblik Indonesia terutama di bumi Padang Lawas yang bercahaya yang kita cintai ini. Dari pada melegalkan koruptor lebih baik mengharamkan koruptor, agar penghasilan masyarakat merata, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Insya Allah,” Harap Kadir Nasution.

Sementara RevffunMex Pengamat Pemerintahan Palas kepada wartawan mengatakan, Sebenarnya aksi orasi dari mahasiswa Palas sudah lebih sepuluh kali, kendati demikian Oknum masih saja bebas berjalan tanpa beban,dan terus saja melakukan kebiasaan yang dianggapnya legal, Ada apa dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan?(Robert Nainggolan Parhusif)

(Robert Nainggolan Parhusif)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments