Selasa, Juli 27, 2021
BerandaRusunami City Park Cengkareng di Demo Warga
Array

Rusunami City Park Cengkareng di Demo Warga

IMG_20151107_101525FAKTAPERS.COM, Jakarta.

Warga penghuni Rusunami City Park  di Jalan Kapuk Raya Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Pada hari Sabtu 7/11  melakukan ujuk rasa di Fasum Taman terhadap pengelola/pengembang dan menutut hak-hak penghuni yang selama ini tidak di penuhi antara lain tetang Listrik, Parkir, Air dan Lift.

Para pendemo membawa spanduk yang berbunyi listrik mahal Air kotor , lift mati, CCTV mati, air ada cacingnya, Pengelola Korupsi, para pendemo menutut agar pengurus Rusunami City Park di  ganti karen di anggap tidak becus mengurusi warga.

Bahwa Rusunami City Park  terdiri dari   5 tower  dan jumlah penghuni kurang lebih 4000 ribu orang, terdiri dari  dua ketua RT dan satu RW 14  untuk ketua Rt  008  adalah Helmmy dan Ketua RT 009 Jemmy, Kelurahan Cengkareng Timur,Cengkareng, Jakarta Barat.

IMG_20151107_113132 IMG_20151107_112854

Ketika Media Fakta menemui Ketua RT 009  Jemmy ia mengatakan, bawa warga kami melakukan ujuk rasa bukan kali ini saja melainkan sudah beberapa kali. Apa yang di masalahkan warga adalah air ada cacingnya, listrik mahal, Lift mati dan keamanan semrawut. Maunya kami para pengelola Rusunami City Park  bisa melakukan musyawarah mencari jalan keluarnya.

Di temat  terpisah ketika Media Fakta mengofirmasikan masalah ini kepada salah seorang pendemo yang namanya tidak mau di sebut menjelaskan, “pembayaran bulanan bisa mencapai 1 juta lebih, dan iuran bulanan Rp 100 ribu  dan uang itu tidak jelas rimbanya. Kami berharap agar pihak pengelola  harus transparan jangan bertindak  sewenang-wenang. Kami menghimbau kepada  Gubenur DKI Jakarta dan Kepala Dinas Perumahan  agar turun ke lapangan untuk mengetahui lebih jelas.”Ungkapnya.

IMG_20151107_110224 IMG_20151107_113134

Kahumas pihak Pengelola  Rusunami City Park  yang  mewakili para pengelola memberikan suatu alasan–alasan  akan tetapi pihak penghuni selalu tidak setuju dan tidak sependapat dan warga mengancam akan memboikot  pembayaran. Karena hasil pertemuan  tidak ada kesepakatan  sehingga pertemuan ini,a kan di lakukan kembali hari  Sabtu 14/11 di tempat yang sama. Jelasnya.

(Maikhel / Andy)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments