oleh

Terkait 589,20 Kg Ton Pupuk, Aliansi Indonesia dan Lembaga Sumpah  Solidaritas Mahasiswa Mendesak Pemda & Mapolres Buru

-Daerah-355 views

4

FAKTAPERS.COM, Namlea.

LSM Aliansi Indonesia bersama Lembaga Sumpah Solidaritas Mahasiswa prihatin hukum, Kamis kemarin 19/11 2015 melakukan aksi demo. Aksi demo berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu mendatangi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buru, selanjutnya Pendemo menuju Markas Kepolisaian Resort (Mapolres) Pulau Buru guna menuntut agar 589,20 kg pupuk yang tersimpan di digudang untuk tidak di perjual belikan lagi.

Aksi Demo yang dipimpin Muhammad Tukmun dan Putra Badmas meminta kepada pihak Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian Kabupaten Buru untuk tidak mengizinkan pupuk yang tersimpan di dalam gudang sejumlah 589,20 kg tidak diedarkan kepada petani di Dataran Waeapo.

2 1

Pasalnya, pupuk yang tersimpan di gudang itu terindikasi sudah tercemar dengan barang haram berupa Sianidar, karena pupuk yang tersimpan itu berdekatan dengan barang haram Sianidar otomatis terindikasi sudah tercemar dengan barang haram yang mematikan manusia perlahan-lahan”. Ujar Tukmun.

Akhirnya untuk membuktikan 589,20 kg pupuk yang tersimpan di gudang berdekatan dengan Sianidar merek CN, akhirnya pihak Kepolisian yang dipimpin Kabag Ops AKP Agung Tri. B bersama pasukan dan Pendemo terjun kelapangan guna menyaksikan apakah barang itu ada di gudang, namun sayangnya, setelah tiba di lokasi gudang tersebut barang itu tidak bisa di saksikan bersama, karena gudang sedang terkunci.3

Sementara itu informasi dihimpun wartawan gudang yang menampung barang haram berupa sianidar adalah milik Hi Munding kemudian dari gudang inti akan di salurkan kecabang-cabang yang ada di Unit 18, untuk memantikan operasi tromol dan tong diminta untuk dapat menyita barang haram tersebut bersama pemilik yaitu Hi Munding.

Menurut keterangan Pers yang disampaikan Kabag OPS AKP Agung Tri. B. Kepda Wartawan Mengatakan, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti tuntutan dua lembaga ini, namun saja, gudang yang ada belum bisa dibuka, karena gudang tersebut sementara terkunci, untuk itu Kita menunggu saja bila ada pemilik gudang sudah ada maka kita semua termasuk dua lembaga ini menyaksikan bersama apakah barang berupa pupuk itu sudah tercemar dengan CN/Sianidar sebagaimana tuntutan Pendemo ini.

Oleh karena itu kata Kabag OPS, bila Pupuk ini sudah tercemar dengan barang keras berupa CN itu semuanya kita serahkan kepada pihak Pemerintah Daerah/Disperindag, apakah barang berupa pupuk ini layak untuk dijual atau tidak, semuanya. Tambah Agung, kita serahkan kepada pihak Disperindag.

(Usman Tasidjawa)FP

Komentar

News Feed