Minggu, Mei 9, 2021
BerandaKekerasan Terhadap Wartawan oleh Oknum Preman di Proyek Puri 11 Tangerang Langgar...
Array

Kekerasan Terhadap Wartawan oleh Oknum Preman di Proyek Puri 11 Tangerang Langgar UU PERS 40/1999

109_7288
Foto : Sudin (Oknum yang mengaku sebagai kepala keamanan dari PT BSM.

FAKTAPERS.COM, Tangerang.
Kekerasan dan sikap arogan oknum preman yang mengaku dirinya sebagai keamanan di salah satu proyek perumahan mewah Puri 11 yang berlokasi di Pondok Bahar, Tangerang Kota.
Sudin yang mengaku bahwa dirinya sebagai beking proyek tersebut. Dengan gaya premanismenya, Sudin marah dan mengeluarkan kata-kata yang kasar kepada awak media yang saat itu berada di lokasi proyek saat para kuli meminta klarifikasi kepada pihak kontraktor Puri 11 terkait hak mereka yang dikuasakan pada oknum preman tersebut.
Permasalahan terjadi antara para kuli dengan Sudin yang menjadi beking proyek. Sudin geram karna tidak diberi jatah upeti dari para kuli perkerja proyek yang masih warga sekitar lokasi proyek. Akhirnya Sudin berhasil memindahkan kuasa hak para kuli yang telah disepakati pihak perusahaan kontraktor PT. BSM atas nama pihaknya, dengan dalih bahwa jatah itu bagian keamanan proyek dan jatah preman.
Sudin pun mengancam serta mendorong awak media hingga hampir tersungkur, dan ingin merampas alat kamera wartawan serta menuding wartawan Bodrek kepada Fakta Pers di lokasi proyek Puri 11, Rabu (9/12).
Atas perlakuan dan perbuatan oknum preman Sudin yang mendorong dan sempat menarik kamera wartawan, jelas telah melakukan pelangaran mengenai Peran dan Fungsi PERS sebagai kontrol sosial yang di lindungi oleh UU PERS No. 40 Tahun 1999, yang tertuang dalam Pasal 4 ayat 2; Terhadap Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelangaran penyiaran, dan ayat 3; Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Serta Pasal 18 ayat 1; Setiap orang yang dengan sengaja melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3, dipidana dangan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta.
Mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan baik kekerasan maupun sifat arogan dari oknum preman yang mengaku sebagai keamanan yang membekingi proyek tersebut, maka insan media akan melakukan penyelesaian secara hukum yang berlaku di negara Indonesia kepada pihak yang berwajib.
(Guntur/Reno)
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments