Jumat, Juli 30, 2021
BerandaManajemen PT. MAI Restui Oknum Brimob Aniaya Satpam
Array

Manajemen PT. MAI Restui Oknum Brimob Aniaya Satpam

DSCN0633

FAKTAPERS.COM, Padang Lawas.

Sungguh tragis yang dialami Imran Harapan (36) warga Desa Mompang, Kecamatan Barumun, Padang Lawas, yang sehari-harinya bekerja sebagai  Satpam PT. MAI (Mazuma Agro Indonesia) di Sosa, Padang lawas, dianiaya oleh 6 oknum anggota Brimob, Senin (21/12).

Berawal pada saat apel, salah seorang satpam mendengar ada yang menjerit kesakitan pada salah satu ruangan di kantor PT MAI.

“Pada saat apel, tiba-tiba ada suara yang menjerit kesakitan minta tolong di salah satu ruangan. Dan saat kami lihat ternyata teman kami dalam keadaan di borgol sedang di pukuli oleh Brimob”, kata salah seorang satpam PT MAI yang namanya tidak ingin dipublikasikan kepada wartawan.

Sambungnya, “setelah itu teman kami dibawa ke klinik yang ada di kantor ini. Dan saat ini teman kami sedang dirawat di rumah keluarganya di Bulusonik, bang. Pokoknya kami satpam disini yang berjumlah 28 orang tidak terima atas perlakuan teman kami yang dianiaya Brimob itu. Kalau seperti ini terus mau bagai mana nasib kami bang”, katanya sembari mohon keadilan.

DSCN0634

Salah satu rekan Imran yang lain juga mengaku bahwa sebenarnya kejadian seperti ini sudah dua kali terjadi, dan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena manajemen PT. MAI terkesan membela oknum Brimob.

“Sebenarnya kejadian serupa juga sudah dialami teman kami yang lain sekitar sebulan yang lalu, dan sampai saat ini teman kami itu mengundurkan diri, karna tidak tahan atas perlakuan mereka (Oknum Brimob) yang seenaknya saja menganiaya satpam di sini”.

Salah satu yang mengaku kakak Imran tidak bisa dimintai keterangan karna menangis histeris melihat adiknya yang dianiaya 6 oknum anggota Brimob.

Wakil Pimpinan Kebun PT. MAI yang ditemui wartawan saat itu mengatakan, bahwa Brimoblah yang dianiaya satpam PT. MAI. “Saya tidak tahu sama sekali tentang persoalan ini, yang saya tahu, bahwa oknum Brimoblah yang dianiaya satpam dan untuk selanjutnya saya tidak tahu sama sekali”, kata Wakil Pimpinan Kebun PT. MAI kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebenarnya Oknum Brimoblah yang menganiaya Imran dengan posisi tangan di borgol. Tetapi mendengar pernyataan Wakil Pimpinan Kebun, terkesan mengelabui pers dengan melakukan pembohongan publik.

Sementara pihak dari Mapolsek Sosa belum bisa diambil keterangan, namun pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Mapolres Tapanuli Selatan dan meminta kepada penegak hukum agar menindak lanjuti persoalan yang dialami satpam PT. MAI. Terlebih lagi hal ini sudah kedua kali terjadi. Dan segera menindak tegas manajemen PT. MAI yang terkesan tidak melindungi pekerja.

(Robert Nainggolan)FP

Keterangan Gambar:

Terlihat kakak korban menangis histeris melihat kejadian yang menimpa adiknya Imran yang pingsan akibat penganiayaan dibawa keringat keluarganya

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments