oleh

Kalah Sengketa Perdata, Bos Hotel Flamingo Diduga Menebar Rekayasa Hukum

-Daerah-346 views
iin
Kantor Notaris Iin Rohini, SH, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

FAKTAPERS.COM, Jakarta.

Keserakahan terkadang menjadikan seseorang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan kepentingan dalam hidupnya. Seringkali orang berbuat sesuatu yang diluar nalar dan tidak sebagaimana mestinya hanya karena suatu keinginan yang sebenarnya bertolak belakang dengan hati nuraninya sendiri.

Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang, kasus sengketa perdata antara Hj. Yosi Binti Carkiyah (42) dengan mantan teman hidupnya yang merupakan warga negara Singapura, Tan Sing Hock (53) memasuki ranah hukum baru.

Pasalnya, setelah diketahui kalah di Pengadilan Negeri Tangerang pada 18/8/2015, Hj. Yosi melaporkan Tan Sing Hock dan Notaris Iin Rohini, SH ke Bareskrim Mabes Polri 19/8/2015 dengan tuduhan pemalsuan akta pengakuan hutang otentik dan identitas.

Memang terdengar janggal dan aneh apabila Hj. Yosi melaporkan notarisnya sendiri yang selama bertahun-tahun tidak lain adalah notaris yang sering dia pergunakan jasanya untuk melakukan pembuatan akta jual beli dibeberapa transaksi aset yang dimiliki, akan tetapi kenyataan itulah yang terjadi saat ini.

Menurut keterangan dari Notaris Iin Rohini, SH kepada faktapers.com melalui sambungan telepon pada 23/12/2015 menjelaskan bahwa dirinya pasrah dengan apa yang menimpanya saat ini. Dia berkeyakinan telah melakukan tugas pokok sebagai notaris yang melayani masyarakat sebagaimana mestinya, dirinya juga mengaku tidak merasa melakukan kesalahan maupun rekayasa dalam akta yang dikeluarkan.

“Saya mah pasrah sama Allah mas, mau dituduh begini begitu ya terserah saja, yang terpenting saya sudah melakukan tugas dan tanggung jawab saya sebagai notaris dan saya merasa tidak melanggar hukum.” Ungkap Iin dengan nada pasrah.

Di kesempatan berbeda faktapers.com menghubungi Tan Sing Hock yang tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit Singapura melalui sambungan telepon, Tan mengaku tidak tahu menahu dengan pelaporan dirinya di Mabes Polri oleh Hj. Yosi, dia menjelaskan bahwa selama ini pihaknya belum pernah menerima pemberitahuan dari Mabes Polri mengenai hal itu.

“Saya ngga tau mas dengan kabar itu, saya ini adalah korban keserakahan dari orang-orang terdekat saya sendiri. Selama ini saya tidak pernah jahat dengan siapa saja, termasuk Yosi. Sampai terjadi permasalahan yang berlarut-larut seperti ini karena Yosi tidak mau diajak bicara baik-baik dan selalu menyerang saya.” Tutur Tan.

“Mengenai saya dilaporkan itu saya juga ngga tau mas, apalagi terkait pemalsuan. Yosi sendiri yang mencari notaris, dia juga yang atur semua dan saya hanya tinggal tanda tangan. Logikanya mas, kalau memang benar akta itu palsu kenapa pengadilan tidak mempermasalahkan dan menegaskan sah, selama ini saya hanya menjalani apa yang menjadi kemauan Yosi lho mas.” Lanjut Tan.

Tan Sing Hock juga menegaskan dengan nada terbata-bata bahwa dirinya hanya menuntut yang menjadi haknya saja selama ini, selebihnya terserah Hj. Yosi. Dia juga menjelaskan bahwa sesungguhnya dirinya tidak menginginkan permasalahan ini berlanjut, apalagi dengan tuduhan-tuduhan palsu yang di arahkan untuk menyerang dirinya.

“Saya itu sudah tua mas, sudah cukup yang sudah saya miliki selama hidup saya, hanya saya berharap kepada Tuhan untuk menyadarkan orang-orang yang selama ini menerima kebaikan saya. Seharusnya kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terjadi kalau ada rasa saling menyadari dari masing-masing pihak.” Pungkas Tan.

(Rn/Jh)FP

 

Komentar

News Feed