oleh

Penggusuran Pemukiman Nelayan Pesisir Tanjung Pasir Diduga Sarat Kepentingan

-Daerah-280 views
IMG_20160109_175713
Warga pesisir Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang yang menjadi korban penggusuran oleh oknum Dinas Kehutanan

FAKTAPERS.COM, Tangerang.

Jerit dan tangisan histeris anak-anak dan ibu-ibu rumah tangga mewarnai pesisir pantai Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang pada Kamis sore 7/1/2015. Tanpa adanya pemberitahuan dan rasa manusiawi beberapa oknum Dinas Kehutanan Kabupaten Tangerang mengobrak abrik gubuk-gubuk nelayan dan pedagang tempat tinggal mereka secara membabi buta.

Tak pelak membuat para penghuni pemukiman nelayan dikawasan tersebut kalang kabut kebingungan guna menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Sikap arogan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diketahui dari Dinas Kehutanan  Kota Tangerang itu mengakibatkan puluhan kepala keluarga terpaksa harus tinggal ditenda-tenda plastik untuk berteduh dari hujan dan teriknya matahari.

Warga nelayan dan pedagang yang terdiri dari 11 kepala keluarga yang sudah bertahun-tahun menempati lahan pesisir Tanjung Pasir tersebut sebenarnya telah mengantongi ijin menggarap lahan dari instansi terkait untuk selanjutnya berkewajiban membayar pajak setiap tahunnya, akan tetapi mendadak terusik karena kuat dugaan lahan yang selama ini mereka tempati telah diperjual belikan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan terhadap lahan dikawasan tersebut.

Menurut keterangan dari salah satu warga yang sudah bertahun-tahun menempati lahan tersebut yang dalam kesehariannya bekerja sebagai nelayan dan berdagang makanan dan minuman, pihaknya selama ini tidak pernah ada masalah dengan keberadaan mereka dikawasan pesisir Tanjung Pasir. Namun setelah ada pematokan-pematokan lahan timbul maupun garis pesisir pantai yang mereka ketahui sudah diperjual belikan oleh oknum-oknum Dinas Kehutanan Kabupaten Tangerang kepada pejabat pemerintah maupun pengusaha.

IMG_20160109_175135

“Saya hanya berjualan mas, suami saya nelayan kecil yang tidak menentu penghasilannya. Anak dan cucu saya banyak, kalau kami digusur harus tinggal dimana, sedangkan setiap minggunya kami juga membayar pungutan-pungutan kepada orang kehutanan.” Ungkap Ibu R kepada faktapers.com.

Sedangkan digubuk berbeda, tim faktapers.com melihat kondisi para penhuni kawasan tersebut yang jauh dari kata layak dan sangat memprihatinkan. Terlihat jelas diantara hamparan pasir dan gubuk-gubuk reyot terdapat warga yang sudah renta dan hanya bisa meratapi nasib mereka selanjutnya.

“Bantu kami mas, kami rakyat kecil yang tidak memiliki apa-apa. tolong sampaikan keluhan nasib kami kepada pemimpin-pemimpin diatas.” Celetuk warga yang sudah renta sembari memperbaiki jaring untuk menangkap ikan. Sungguh pemandangan yang sangat memilukan jika dibandingkan dengan kondisi pantai yang berlokasi disebelah kawasan tersebut, yang mana pantai yang dikelola oleh TNI Angkatan Laut sebagai obyek wisata dan banyak dikunjungi wisatawan untuk berlibur dan bertamasya.

Mereka berharap kepada pemerintah setempat khususnya Pemkot dan DPRD Tangerang untuk lebih memperhatikan keberadaan dan nasib mereka dikawasan tersebut, karena dari keseluruhan warga yang tinggal dipemukiman itu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Tangerang.

Masyarakat pesisir juga berharap kepada Dinas Kehutanan Kabupaten Tangerang untuk lebih bertindak tegas kepada oknum-oknum yang arogan dan bertindak semena-mena terhadap keberadaan mereka. Mereka juga berharap dapat memperoleh kepastian dan ijin tinggal yang jelas untuk kembali menjalani kehidupan mereka selama ini dikawasan pesisir Tanjung Pasir, meskipun jauh dari kata sejahtera.
(Mkl/Rno)FP

Komentar

News Feed