Kamis, Mei 13, 2021
BerandaWarga Desa Bojong Renged Kabupaten Tangerang Kecewa Atas Ulah Anggota DPRD Kota...
Array

Warga Desa Bojong Renged Kabupaten Tangerang Kecewa Atas Ulah Anggota DPRD Kota Tangerang

sengketa lahan anggota dprd tangerang

FAKTAPERS.COM, Tangerang.

Untung tak dapat diraih malang yang didapat, mungkin hal itulah yang saat ini dialami oleh puluhan warga Desa Bojong Renged, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang (4/1/16) . Bermula dari harapan para warga yang sebelumnya menjadi korban pengusuran pembangunan jalan raya (Flyover) yang menghubungkan pintu tol kebon nanas menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Tepatnya berlokasi di Kampung Rawa Bokor Benda, Kota Tangerang, dengan harapan para warga yang menjadi korban pengusuran tersebut memiliki tempat tinggal baru di Desa Bojong Renged, Teluk Naga, Tangerang kini kandas dan tidak ada kejelasan. Sebab, tanah yang di beli oleh warga dari salah seorang tokoh masyarakat sekaligus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang ternyata bersengketa dengan seorang mantan Kepala Desa setempat yang mengaku sebagai pemilik sah.

Mantan Kepala Desa setempat berinisial SW  dengan dasar memiliki surat atas tanah tersebut yang dibeli oleh warga dari HML inisial  Anggota DPRD yang juga memiliki surat sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Tangerang No 537/PDT.G/2011/PN TNG yang dimiliki oleh HML, berlokasi di Rw 004 Desa Bojong Renged.

Salah satu warga bernama Roiyah yang merasa dirugikan atas terjadinya masalah sengketa ini menyampaikan kepada Fakta Pers (5/1/16),  ia dan warga lainnya merasa tertipu atas pembelian tanah yang menjadi sengketa antara HML dan mantan kepala Desa SW. Bahkan yang lebih menambah keprihatinan atas masalah ini HML tidak bertanggung jawab atas uang yang sudah diterimanya dari hasil penjualan dari warga yang membeli, dan terkesan mengabaikan setiap warga meminta uang untuk di kembalikan.

“Bahkan yang sangat menakutkan bagi kami, mantan Kepala Desa SW mengerahkan para preman di lahan yang sudah kami beli. Dengan sikap arogan mengusir dan mencabut batas patok tanah yang sudah di ukur sesuai dengan kesepakatan jual beli di sertakan kwitansi bermatrai di hadapan Notaris” tutur Roiyah.

“Dengan kerugian ratusan juta rupiah, para warga yang menjadi korban HML sebagai penjual tanah kepada warga dan sekaligus sebagai Anggota DPRD Kota Tangerang, bersepakat apabila tidak ada penyelesaian untuk pengembalian uang maka para warga akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dalam kasus pidana penipuan 378, serta akan melaporkan hal ini ke Dewan Kehormatan Tertinggi DPRP Kota Tangerang,” ucap salah satu warga dengan nada kecewa terhadap HML selaku penjual tanah bermasalah, karena warga merasa di tipu atas pemasalahan ini.

(Guntur)FP

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments