Jumat, Mei 7, 2021
BerandaBaperjakat dan BKD Kabupaten Padang lawas 'AMBURADUL'
Array

Baperjakat dan BKD Kabupaten Padang lawas ‘AMBURADUL’

Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepsek Diduga “Prematur”

ASN-PNSFAKTA PERS – Padang Lawas

BKD (Badan Kepegawaian Derah) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai lamban dan amburadul, terkait salinan lampiran keputusan Bupati Palas Nomor 820/064/KPTS/2016 dan atas pertimbangan Baperjakat Nomor 02/BPJKT/2016 Tanggal 11/02/2016. Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepsek (Kepala Sekolah)  diduga “Prematur” (kurang golongan), pasalnya guru yang di berikan tugas tambahan berasal dari golongan III/b bahkan ada juga yang bergolongan III/a yang di duga telah melanggar Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010.

Fakta Pers Media sudah berulang kali menanyakan alasan pengangkatan dan pemutasian sejumlah ASN, kepada pihak dari BKD maupun  Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) Palas, namun sampai berita ini dimuat oknum pejabat terkait dinilai masih tertutup akan informasi prihal ASN (Aparutur Sipil Negara) yang dilantik oleh Bupati Palas H. Alisutan Harahap baru-baru ini.

Informasi yang berhasil di himpun Fakta Pers Media, melalui Sekertaris BKD Palas, Abdul Hamid, SH  di ruangannya belum lama ini menyatakan, untuk komfirmasi langsung dengan yang membidangi. Menurutnya ia tidak bisa memberikan komentar terkait pertanyaan karena Kabid Mutasi lah yang membidangi prihal pengangkatan tersebut.

Tim dari Baperjakat Kab. Palas terdiri dari Sekda Kab Palas S. Anwar, Kaban BKD Aslamiah H, dan Kabid Mutasi Adi Syahputra, namun Kaban BKD Aslamiah Harahap saat di temui salah satu staffnya mengatakan Kaban pergi umroh, sedangkan Kabid Mutasi sudah sepekan ini  Fakta Pers Media sudah berulang kali berupaya menemui Kabid Mutasi namun tidak berhasil di temui, Selasa (22/2) sekira pukul 15:30 Wib, salah satu staff yang ada di ruangan Kabid Mutasi mengatakan Kabid sedang tugas luar.

Sementara di tempat lain, terkait pengangkatan ASN yang di beri tugas tambahan Kepala Sekolah serta yang dimutasi menimbulkan  polemik di antara sesama kalangan ASN hingga ke masyarakat Padang Lawas. Pantauan Fakta Pers Media sebanyak empat sekolah yang bermasalah dengan rincian tiga (Sekolah Dasar) dan satu Sekolah Menegah Pertama (SMP) tekait persoalan ini, Pasalnya guru yang di angkat di perbantukan sebagai kepala sekolah tidak di terima orang tua murid, sehingga saat ini sekolah tersebut tutup.

Seorang ASN yang baru dimutasikan dari Kepsek (enggan namanya di catut) Jumat (18/2) kepada Fakta Pers Media menyatakan, pihaknya sangat kesal dengan kebijakan dari Baperjakat maupun BKD Kab Palas, pasalnya ASN ataupun guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepsek menurutnya masih sangat kurang umur ataupun (prematur), alasanya karna guru yang di angkat masih berada di golongan III/b dan bahkan masih ada yang bergolongan III/a.

Pada hari yang sama, hal serupa juga dikatakan ASN lain (yang enggan di sebut namanya) menyatakan pihaknya sewaktu menjabat sebagai Kepsek selalu memberikan prestasi terbaik untuk sekolahnya, dan pihaknya juga mengaku baru satu setengah tahun berjalan menjalankan tugas tambahan sebagai Kepsek dan tidak pernah mendapat surat teguran apapun dari dinas pendidikan daerah Palas namun pihaknya harus dimutasikan sebagai guru biasa, sementara guru yang menggantikannya masih berada bawah golongan miliknya.

Persoalan ini juga semakin di perkeruh dengan stetment dari Kepsek lain (yang enggan disebutkan namanya) Senin (21/2) mengaku saat ini di mutasikan sebagai guru biasa mengaku bahwa pihaknya juga tidak pernah mendapat teguran dari Dinas Pendidikan Kab. Palas, namun dia dimutasikan dari tugas tambahan sebagai Kepsek, dan saat ini pihaknya juga sudah mengantongi surat keberatan orang tua siswa dan komite sekolah sampai keberatan Kades (kepala desa) atas ketidakpercayaan mereka terhadap Kepsek yang baru di tempat anaknya sekolah.

Imformasi yamg berhasil dihimpun Fakta Pers Media, saat ini sejumlah sekolah sedang bermasalah atas keberatan orang tua siswa terhadap Kepsek yang baru, karna menurut orang tua siswa kasek yang lama masih dua tahun menjabat sebagai Kepsek dan dinilai sudah bagus, tetapi kenapa diganti.

Menanggapi hal ini, Ketua LP2KI (Lembaga Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Indonesia) Koordinator wilayah Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) Sumatera Utara, melalui Sekjen S. Sianturi Selasa (22/2) kepada Fakta Pers Media mengatakan, “Ada apa dengan BKD serta Tim Baperjakat Kab. Palas,  yang diduga telah meloloskan guru yang di perbantukan sebagai kepala sekolah kendati menyalahi Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010.

Demikian juga dengan Ketua LSM PERWAMMI (Persatuan Wartawan Media Mingguan) Palas,  Iwan Lubis Rabu (23/2) kepada Fakta pers media mengatakan, “Baperjakat yang seharusnya berfungsi melaksanakan mutasi atau penetapan seseorang dalam posisi tertentu harus lebih maksimal”.
Tambah Iwan, “Sejauh ini peran Baperjakat dinilai masih jauh dari harapan, dan terkesan kurang optimal, sehingga setiap mutasi yang dilakukan di iringi dengan kritikan di kalangan ASN dan masyarakat di Kabupaten Padang Lawas”.

(Robert Nainggolan)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments