oleh

Permudah Warga, Mahkamah Syariah Gelar Proses Sidang di Luar Gedung

-Daerah-314 views

FB_IMG_1456751044439
Camat Dewantara Drs. Amir Hamzah sedang mencoba meja Hakim Ketua Pengadilan yang akan mengadili perkara di luar gedung Mahkamah Syari’ah Aceh Utara, Selasa (1/3/2016) Pagi.

FAKTAPERS-Lhokseumawe.

Dalam rangka mempermudah masyarakat para pihak yang bersengketa hukum, terutama hukum Islam dan hukum antara orang Islam, Mahkamah Syariah Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, akan menggelar sidang diluar Gedung Pengadilan, Selasa (1/3/2016) besok yang berlangsung di Kecamatan Dewantara.

Sidang di luar gedung Mahkamah Syari’ah untuk Wilayah Barat, memilih Kecamatan Dewantara sebagai tuan rumah yang menyiapkan segala sarana dan prasarana demi suksesnya sidang tersebut.

Camat Dewantara Amir Hamzah, Senin malam (29/2/2016) membenarkan, untuk wilayah Barat Kecamatan yang dipimpinnya dipilih sebagai tempat menyidangkan perkara bagi enam kecamatan lain yang berada di wilayah Barat termasuk Dewantara. Enam kecamatan itu, terdiri dari Kecamatan Dewantara, Sawang, Muara Batu, Nisam, Nisam Antara, dan Banda Baroe, sebutnya.

Sidang perdana yang akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat dikantor kecamatan. Sehingga masyarakat juga dapat menyaksikan secara terbuka jalannya proses hukum tersebut, katanya.

Terpilihnya Kecamatan Dewantara tidak terlepas dari letaknya daerah tersebut ditengah-tengah, dan mudah dijangkau oleh kecamatan lain diwilayah tersebut.  “Alhamdulillah, ruangan kantor Camat telah kami dekorasi semirip mungkin ruang pengadilan, kita ingin nuansa persidangan ini tidak jauh beda dengan di dalam gedung Mahkamah Syari’ah”, Ujar Amir Hamzah yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Camat Dewantara.

FB_IMG_1456751054039
Suasana ruang sidang yang telah didekorasi menyerupai ruang sidang di kantor Mahkamah Syari’ah agar tetap memberi kesan berada di Gedung Pengadilan.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, sidang diluar gedung pengadilan dilakukan karena  masyarakat yang berada diwilayah Barat memiliki jarak tempuh yang lumayan jauh menuju Kantor Mahkamah Syari’ah yang berada di wilayah timur tepatnya di kota Lhoksukon yang kini menjadi Ibukota Kabupaten Aceh Utara.

” Hanya tempat dan fasilitas yang membedakan, sedangkan proses peradilan tetap sama seperti di Gedung Mahkamah Syari’ah”, Katanya menyakinkan.

Seperi diketahui, Mahkamah Syari’ah di Aceh merupakan perwujudan dari Pengadilan Agama yang lahir  lewat UU Otonomi Khusus dan UU No 11 Tahun 2016 Tentang Pemerintahan Aceh. Sehingga lahirnya Mahkamah Syari’ah sebagai lembaga spesifik negeri yang menerapkan Syari’at Islam. Proses peradilan berdasarkan UU No. 18 Tahun 2001 dan Keppres No. 11 Tahun 2003 tentang Mahkamah Syari’ah dan Mahkamah Syari’ah Provinsi.

(Mukhlis)

Komentar

News Feed