Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Aceh Geram, Panitia Miss Indonesia 2016 Catut Nama Aceh Ikut Kontes
Array

Aceh Geram, Panitia Miss Indonesia 2016 Catut Nama Aceh Ikut Kontes

miss indonesia 2016 catut nama aceh

FAKTAPERS-Jakarta.

Ajang kontes kecantikan dan kecerdasan wanita Indonesia yang biasa disebut Miss Indonesia tahun 2016 kembali digelar oleh Yayasan Miss Indonesia yang diketuai oleh Liliana Tanaja Tanoe Soedibyo, istri Hary Tanoe Soedibyo.

Sebanyak 34 Finalis terpilih Miss Indonesia 2016 mulai mengikuti karantina sejak 12 Januari hingga 25 Februari 2016 mendatang. acara puncak akan ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi RCTI dan Global TV pada 24 Februari 2016.

Namun, kontes Miss Indonesia 2016 mendapat kecaman keras dari masyarakat Aceh, yakni mencatut nama Aceh secara sepihak untuk memenuhi kuota perwakilan masing-masing daerah di Indonesia. Kali ini, yang mewakili Aceh adalah Flavia Celly Jatmiko, perempuan kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1994. Salah satu finalis Miss Indonesia 2016 ini menjadi perwakilan ‘ilegal’ Aceh dalam kontes tersebut. Ternyata tak hanya tahun 2016 saja nama Aceh dicatut, tapi juga pada tahun 2015 Liliana telah melakukan hal yang sama.

Salah seorang warga Aceh, Muhajir (33) mengatakan, tindakan Liliana dan Flavia sudah mencoreng martabat Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi penerapan syari’at Islam, karena seperti diketahui di kontes tersebut para finalis banyak mempertontonkan aurat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar juga mengecam keras atas tindakan penyelenggara Miss Indonesia 2016 dengan mengikutsertakan seorang dara belia dari Surabaya untuk mewakilkan Aceh di kontes tersebut yang banyak menampilkan aurat. Hal tersebut, dikatakan Farid, telah melukai upaya penegakkan syari’at Islam di Aceh.

Lanjutnya lagi, harus ada sanksi tegas pada pihak-pihak yang merekomendasikan dara belia asal Surabaya itu untuk mewakilkan daerah Aceh dalam kontes Miss Indonesia 2016 yang banyak menampilkan pakaian serba terbuka, karena telah mencoreng kehormatan masyarakat Aceh yang agamis di kancah nasional. Farid juga berharap adanya upaya dari pemerintah untuk melakukan tindakan preventif agar tidak ada lagi orang atau sebuah kontes yang mengklaim mewakili Aceh secara sepihak.

(Mukhlis)

Most Popular

Recent Comments