Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaDinas Kesehatan Kabupaten Palas Dipertanyakan Putsu Desa Sundol Mirip Rumah Hantu
Array

Dinas Kesehatan Kabupaten Palas Dipertanyakan Putsu Desa Sundol Mirip Rumah Hantu

IMG_20160302_174236
Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Desa Sundol, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut).(Foto R9)

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Derah Palas seakan tutup mata melihat kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di Desa Sundol, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut).

Pasalnya, dari penelusuran Fakta Pers Media dengan Team Media Kepolisian Sumut, Rabu (03/03/2016), Pustu tersebut tidak terawat, terlihat pada dinding bangunan pustu serta rumah dinas petugas Pustu penuh debu dan kotoran, ditambah lagi dengan bendera Merah Putih dipasang terbalik, pekarangan di lokasi tersebut sudah di penuhi rumput liar, terkesan seperti Rumah Hantu.

IMG_20160302_175642  IMG_20160302_174429

Warga sekitar yang melintasi menyatakan bahwa pustu jarang buka kendati warga yang dilayani Pustu ini sebanyak 5 Desa, dan oleh sebab itulah pustu ini terkesan  tanpa penghuni.”Kalau warga mau berobat ataupun periksa kesehatan ya langsung kerumah petugas Pustu, ibu Intan yang tinggal di dekat Pasar Sundol Julu”, Terangnya.

Dihari yang sama, Fakta Pers Media dan Team langsung menyambangi Ibu Intan dikediamannya, yang belakangan diketahui adalah Kapustu di desa Sundol. Intan mengatakan bahwa dirinya sudah delapan tahun bertugas dan setiap harinya berada di Pustu Desa Sundol.”Saya selalu memberikan pelayanan terhadap warga sekitar yang membutuhkan”, tegasnya.

IMG_20160302_180710
Ibu Intan (Kapustu Desa Sundol).

Saat disinggung mengapa kondisi Pustu sampai demikian, Intan mengatakan dana perawatan untuk Pustu yang diterimanya dari Dinkes Palas melalui Kapus Sosopan Dr. Kamal yang di berikan terlalu kecil. “Anggaranya tidak seberapa, bahkan saya sudah usulkan biaya perawatan secara lisan terhadap Kapus Kecamatan Sosopan Dr. Kamal tetap sampai sekarang masih demikian”, Terang Intan.

Intan mengatakan anggaran yang sedikit itu hanya mampu membeli racun rumput serta alat penyemprot untuk membersihkan dan merawat pekarangan Pustu. Anehnya saat ditanyakan kemana obat- obatan yang ada di Pustu, Intan mengatakan Obat yang diterimanya hanya bisa bertahan untuk beberapa hari saja, setelah di ambil dari Puskesmas kecamatan Sosopan di simpan dirumah lalu di bawa ke Pustu di desa tersebut.

Keberadaan Pustu di Desa Sundol, selama ini tidak pernah berfungsi, dan tidak pernah ada petugasnya. Terbukti fisik bangunan dan pekarangan Pustu tidak pernah di sentuh, kondisi ini menyebabkan warga 5 desa di Kecamatan Sosopan jarang mendapatkan layanan kesehatan. Ditambah lagi bendera merah putih tidak pernah turun, meski posisi bendera terbalik, yang diduga telah melanggar UU No 24a Jo Pasal 66 Tahun 2009 tentang Bendera. (R9)fp

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments