Selasa, Mei 11, 2021
BerandaDinilai Lamban, Warga Tantang PT VAL dan BLHD Mandi serta Minum Air...
Array

Dinilai Lamban, Warga Tantang PT VAL dan BLHD Mandi serta Minum Air Sungai Aliran Limbah

IMG_20160321_132735
Pihak dari menejemen PT VAL Huta Lombang Senin, (21/3) melalui menejernya didampingi KTU Askep Humas, serta staff bagian limbah mengakui bahwa keadan ini adalah human eror dan meminta maaf atas kecerobohan ini. Pengakuan maaf itu di saksikan oleh Pemkab Palas melalui BLHD Palas, DPRD, Jajaran Mapolsek Barumun, serta 3 Kepala Desa yang di dampingi warga.

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Bertempat di Kantor PT VAL Huta Lombang, Pihak dari menejemen PT VAL Huta Lombang Senin, (21/3)  melalui menejernya didampingi KTU Askep Humas, serta staff bagian limbah mengakui bahwa keadan ini adalah human eror dan meminta maaf atas kecerobohan ini. Pengakuan maaf itu di saksikan oleh Pemkab Palas melalui BLHD Palas, DPRD, Jajaran Mapolsek Barumun, serta 3 Kepala Desa yang di dampingi warga.

Hanya saja menejemen PT VAL Huta Lombang tidak dapat menghadirkan ‘Kandir’nya dari Medan untuk mengambil kesepakatan bersama antar PT VAL dan warga yang dirugikan, sehingga pihak manajemen bejanji akan memghadirkan ‘Kandir’ hari senin depan untuk upaya persuasif terhadap dampak limbah tersebut.

Permohonan maaf dari pihak menejemen PT VAL langsung ditanggapi DPRD Palas Ketua Komisi A , Gusnar Hasibuan menyatakan, bahwa pencemaran sungai sudah melanggar hukum, pihak menejemen PT VAL harus bertanggung jawab, karna dampak akibat limbah tersebut sudah sangat meresahkan warga dan merusak biota ikan sepanjang alur sungai yang dicemari.

Kades Parsombahan Suhut Hasibuan mengatakan, “Sebelum PT VAL hadir di Desa Huta Lombang, air sungai Aek Parsombahan steril dan bisa diminum warga, sistem pengendalian limbah PT VAL masih kurang, terbukti, apabila volume limbah naik tidak ada penampung limbah yang lain”.

Tambahnya, ” Apabila musim penghujan limbah itu meluap kemana perginya, apabila kita cek ke lapangan lumpur hitam di sungai sampai sejengkal orang dewasa. Saya atas nama warga meminta kembalikan sungai kami seperti sedia kala, dan apabila persoalan ini tidak disikapi PT VAL, terpaksa saya akan tempuh jalur hukum, terlebih warga sudah membubuhkan tanda tangan atas keberadaan limbah tersebut”, tegasnya.

Sementara BLHD Palas melalui Kabid Pencemaran air dan udara, saat ditanyakan tentang dasar BLH Provinsi Sumut memberikan Predikat Biru mengatakan pihaknya hanya mendampingi BLH Provinsi saja, sedang yang mengeluarkan predikat biru adalah BLH provinsi.

Saat diminta komentarnya terkait sampel limbah yang diambil pihaknya akan mengirim sampel itu ke Lab yang terakreditasi di Medan sedangkan hasil Lab akan diketahui sebulan kemudian. “kita hanya bisa menunggu hasil LAB di Provinsi itupun satu bulan kedepan, tentu Lab tersebut juga harus yamg terakreditasi”, tegasnya.

Fakta Mers Media tanyakan lagi apa jaminan pihak BLHD Palas terkait sampel limbah yang di ambil di alur sungai tidak disabotase atau diganti dengan sampel lain, Ronihanda mengatakan tidak bisa jamin apapun terkait keamanan sampel yang akan di bawa ke Lab itu.

IMG_20160321_120859

Ditempat lain, Lahuddin Siregar (36) warga Desa Parsombahan merasa geram atas pihak manajemen PT VAL yang terkesan lamban dan tidak dapat hadirkan Kandir PT VAL untuk upaya menanggapi permasalahan yang di alaminya serta warga mengatakan, ” Mari kita turun dan buktikan dari perwakilan PT VAL maupun dari BLHD ke lokasi sungai, kita mandi sama-sama dan air itu sama-sama kita minum, kalau memang mereka butuh bukti air itu berbahaya atau tidak, alur sungai sudah sampai hitam, artinya mereka sudah sering lakukan pembuangan limbah itu kesungai, kami hanya mau sungai kami kembali seperti semula”, pungkasnya.

Hal senada juga di ungkapkan Kades Sangkilon, Zam-zam di kediamannya saat di tanya tanggapanya atas limbah mengatakan, kiranya PT VAL agar menjaga kebersihan dan menjaga biota ikan di Sungai Sihiuk. ” dulu warga Sihiuk banyak yang mempergunakan air dari Sungai Sihiuk, tetapi semenjak limbah itu mengaliri sungai kami tidak dapat mempergunakan air sungai seperti sedia kala, harapan saya PT VAL memberi bantuan fasilitas air bersih untuk kami.

Demikian juga dikatakan Effendi Pohan (40) warga Desa Sihiuk, mengatakan,” Karna limbah itu mengaliri sungai kami, saya serta putri saya mengalami gatal-gatal akibat mandi di sungai itu”. Effendi berharap agar PT VAL tidak membuang limbah ke sungai itu, agar warga sekitar dapat memanfaatkan air sepertimsedia kala sebelum dicemari limbah PT VAL.

Dia berharap hendaknya PT VAL tidak lagi membuang limbah ke aliran sungai mereka, sebab akibatnya dia dan warga sekitar tidak lagi dapat menggunakannsungai tersebut separti sedia kala saat belum di cemari limbah PT VAL Huta Lombang.

Di tempat lain, salah satu Naposo Nulibulung Desa Huta Lombang yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Fakta Pers Media dan tim mengatakan, “SKPD terkait janganlah terlalu membela pihak yang telah merugikan warga, coba kalau pihak mereka yang mengalami limbah itu, mana tahan dia itu?”, tegasnya.

Tambahnya, “limbah yang meluap itu sudah kerap terjadi coba mereka (pihak PT VAL) mandi disitu kalau mereka berani, biar kena gatal- gatal, sebenarnya pihak manajemen hari itu mengira akan turun hujan, ternyata tidak, dan mereka sudah terlanjur membuang limbah itu hingga air sungai berubah warna kehitam-hitaman”.

Saat disinggung mengenai CSR, dia menyatakan bahwa warga di sini tidak pernah mendapatkannya. “tidak pernah bang, bahkan yang ada adalah pasar murah, yakni dengan membeli Rp.5000,- perbungkus(0,8 kg).sedang untuk bantuan anak yatim mereka hanya memberikan kain sarung ditambah uang Rp15.000,- per orang”.

“Setahu saya, tambahnya menerangkan, yang ada adalah imbalan, yakni pihak PT VAL Huta Lombang memberi imbalam kepada warga sebesar Rp.20.000.000,- atas pipa yang ditanam ke sungai barumun untuk kebutuhan pabrik kelapa sawit PT VAL Huta Lombang”. Terangnya. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments