oleh

Ribuan Ikan Mati dan Bau Busuk Limbah PT. VAL Huta Lombang Cemari Sungai Aek Parsombahan

-Daerah-338 views
IMG_20160318_180850
Seorang warga desa Parsombahan sedang menunjukkan ikan yang mati di aliran sungai Aek Parsombahan.

FAKTAPERS-Padang Lawas.

Warga Parsombaan Jum’at (18/3) dikejutkan ribuan ikan mati dan bau busuk limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. VAL (Victoria Alam Lestari) yang cemari sungai Aek Parsombahan dan sungai Aek Barumun. Kondisi air yang sudah berubah warna mengitari arus pada sungai Aek Parsombahan yang terletak di desa Parsombahan, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Seorang warga desa Parsombahan, Rudi Hasibuan (30) kepada Fakta Pers Media dan Ketua LSM BPKN Palas, didampingi Media Kepolisian mengatakan, “saya pada minggu yang lalu, menjala ikan di sungai Aek Parsombahan, akibatnya saya merasakan gatal-gatal pada sekujur tubuh saya, bang. Memang saat itu kondisi airnya berubah warna agak hitam pekat”, terang Rudi.

Demikian juga dengan Rahang Hasibuan (40) karena mengambil sampel untuk diserahkan ke BLHD Padang Lawas, tangannya juga mengalami gatal -gatal akibat sempat tersentuh ait limbah tersebut.

“seperti kontak-kontak bang dikulit, sebentar ya bang biar saya cuci dulu pakai air bersih”, kata Rahang Hasibuan sambil bergegas membasuh tangannya.

IMG_20160318_180502
Sungai Aek Parsombahan yang tercemar, berbuih dan menimbulkan bau busuk yang tajam.

Lahuddin Siregar (36) warga desa yang sama kepada Fakta Pers Media dan Tim mengatakan, “sungai ini apabila musim penghujan selalu berubah warna dan ikannya banyak yang mati. Sebulan yang lalu kami warga Parsombahan pernah laporkan hal ini ke pihak perusahaan lengkap dengan foto publikasi dan vidEo, tetapi Humas dan didampingi  mandor limbah PT. VAL mengatakan bahwa penyebab ikan itu mati karena ada warga yang meracun, dan lagi pula kualitas limbah PT. VAL nomor satu paling bersih diantara pabrik lain di Palas”, terangnya mengatakan stetment dari humas dan mandor limbah PT. VAL Huta lombang.

Merasa kurang puas membuktikan situasi kondisi air dan ikan di sungai Aek Parsombahan, Hasibuan (35) kembali mengajak Fakta Pers Media dan Tim, kemudian ia menjelaskan kembali, “seperti inilah kondisi pertemuan sungai Aek Parsombahan dengan sungai Aek Barumun. Terlihat jelas walau kondisi air sungai aek barumun kondisinya lagi keruh, tetapi mengalahkan kepekatan air dari Aek Parsombahan yang di aliri limbah PT. VAL Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Menyikapi hal tersebut dihari yang sama, Tim mencoba kordinasikan persoalan ini ke Pihak BLHD melalui seketrtarisnya Boby, malah mengatakan, “kami lagi libur, dan pulang ke kampung di Sidimpuan”, kata Boby kepada Tim melalui selulernya.

Tim kembali coba laporkan persoalan ini ke Mapolsek Barumun, Kapolsek Samailun Pulungan mengatakan, “kebetulan saat ini saya sedang di Polres sedangkan personil lain sedang di Sosa, jadi ambil saja publikasinya disaksikan warga setempat dan serahkan saja ke BAPEDAL,” kata Kapolsek Barumun, Samailun Pulungan.

Tim kembali coba menghubungi Babinsa Koramil 08 Yusuf,  namun beliau juga berhalangan karna ada urusan penting dan mengarahkan ke Babinsa Siregar, namun beliau juga tidak siap karna menurutnya Parsombahan bukan wilayah nya.

Menanggapi hal ini Ketua BPKN Daerah Palas, AG Nst mengatakan, ” Sikap dari penegak hukum maupun Satuan kerja Pemerintah Kabupaten Palas melalui BLHD yang tidak siap membela, dan membantu kepentingan warga ataupun masyarakat. Sungai Aek Parsombahan telah dicemari limbah PT. VAL Huta Lombang, akibatnya  ribuan ikan mati serta kenyamanan warga masyarakat yang terganggu dalam menggunakan sungai untuk keperluan mereka sehari-hari. Diminta ke masing-masing jajaran, agar mencopot Anggota yang tidak siap untuk membela dan membantu kepentingan masyarakat,” tegas AG Nst.

(R9)FP

Komentar

News Feed