Rabu, Juli 28, 2021
BerandaSihapas Barumun Dinilai Terisolir, Infrastuktur Pemkab Palas Belum Menyentuh Sihapas
Array

Sihapas Barumun Dinilai Terisolir, Infrastuktur Pemkab Palas Belum Menyentuh Sihapas

IMG_20160305_114830
Jembatan gantung, akses penghubung dua desa menuju kantor Camat Sihapas Barumun.

FAKTAPERS-Padang Lawas.

Kecamatan Sihapas Barumun dinilai daerah terisolir, pasalnya akses jalan yang buruk dan jembatan penghubung permanen di desa silenjeng yang dianggarkan tahun 2014 kondisinya saat ini hanya menyediakan dua abudment, dan tidak berfungsi.

IMG_20160318_154319_853
Buruknya akses menuju Kecamatan Sihapas Barumun Padang Lawas

Saat tim wartawan dan LSM turun ke kecamatan ini, menemukan dan melihat langsung buruknya kondisi jalan, yang dijadikan masyarakat sebagai akses jalur utama untuk aktifitas ekonomi dan lainnya, yang sepertinya belum ada upaya Pemkab Palas (Padang Lawas) untuk membangun atau memperbaikinya.

Sejumlah keterangan yang dihimpun dari masyarakat setempat mengatakan, akses jalan utama yang lebih dekat untuk keluar-masuk ke Sihapas Barumun, hanya melalui Simpang Marenu di Desa Paran Julu, Kecamatan Aeknabara Barumun, melintasi Desa Gulangan Manggu dan beberapa desa sekitarnya yang sudah masuk wilayah Kecamatan Sihapas Barumun. Jaraknya hanya sepanjang 13 kilometer.

Alhasil untuk bisa menjual hasil kebun maupun hasil tani, masyarakat harus bersusah payah melalui Kabupaten tetangga yakni Padang Lawas Utara (Paluta) Kecamatan Portibi Desa Purba Bangun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Poken Salasa yang berjarak sekitar 60 Km dengan kondisi jalan yang rusak.

IMG_20160305_114848
Terlihat dua abudment jembatan silenjeng dan material rangka baja yang ditumbuhi semak belukar.

Salah satu Kades (Kepala Desa) di Kecamatan tersebut mengakui warganya sulit untuk menjual hasil kebun maupun tani seperti getah karet, kelapa sawit dan sayur mayur, tidak dapat dijual ke luar daerah. Alhasil, harga komoditi pertanian dan perkebunan masyarakat setempat banyak tidak terangkut, dan membusuk.

“Sebenarnya apabila jembatan penghubung permanen Silenjeng dapat dipergunakan, warga tidak kesulitan lagi menjual hasil kebunnya. Jarak yang di tempuh warga hanya sekitar 15 Km saja, tetapi karena tidak ada, ya masyarakat sekitar menjual hasil kebunnya ke Poken Salasa yang berada di Kabupaten Padang Lawas Utara”,terang Kades.

Sementara, Kades Tanjung Morang juga menambahkan, “sebenarnya sampai hari ini Pemkab belum ada upaya untuk pembebasan lahan dari masyarakat sekitar. Atas dasar itulah jembatan Silenjeng tahun 2014 itu terbengkalai dan barang tentu masyarakat juga belum mau menyerahkan begitu saja”, terangnya.

Camat Sihapas Barumun Sarwedi yang baru dilantik, mengatakan sangat prihatin dengan penderitaan masyarakat Sihapas Barumun yang di pimpinnya. Karena buruknya akses jalan dan jembatan yang terbengkalai, warga sulit untuk mendapatkan kehidupan yang sejahtera, terutama di sektor perekonomian. Bahkan untuk keluar masuk menuju ke kantornya saja dari Ibu kota Kabupaten, mobilnya Sarwedi harus menyeberangi sungai.

“Memang benar, Akses jembatan permanen dari Sibuhuan ke mari belum ada, saya saja berangkat ke Ibu kota kabupaten harus menyeberangi sungai. Ya itupun kalau tidak hujan, kalau hujan tentu volume air sungai naik, sudah pasti mobil saya tidak bisa menyeberanginya. Ditambah lagi dengan keadaan akses jalan di desa silenceng, aduh ampun…! Dan kalau kondisinya seperti itu, mau tidak mau saya harus memutar dari kabupaten tetangga untuk bisa masuk ke wilayah Sihapas”, terangnya kepada Fakta Pers Media pada acara penutupan MTQ kecamatan belum lama ini.

IMG_20160305_113528
Jalan akses Desa Mareno menuju Kecamatan Sihapas Barumun Padang Lawas.

Menanggapi hal tersebut Ketum LSM GRASI Palas berkomentar, “salah satu tujuan dari pemekaran daerah kabupaten/kota itu adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan dengan kawasan-kawasan yang akan dibangun. Akan tetapi, setelah dibentuknya Kabupaten Padang Lawas menjadi daerah otonom tersendiri pada sekitar delapan tahun yang lalu, dan telah dipimpin oleh bupati dan wakil bupati yang defenitif. Tapi, kenyataannya mereka sepertinya sama-sama tidak memiliki kemampuan. Diduga tidak memiliki iktikad baik dalam mewujudkan pembangunan nyata berbasis kerakyatan, terutama dalam menuntaskan pembangunan pada kawasan terisolir di daerah seperti Kecamatan Sihapas Barumun Padang Lawas. Jelas sasaran infrastruktur Pemkab Palas belum menyentuh kepada masyarakat,” kata Syamsuddin S Ketum LSM Grasi Palas.

Jembatan Silenjeng Kecamatan Sihapas Barumun Kabupaten Palas yang di bangunkan tahun 2014 lalu masih terbengkalai. Pemkab Palas belum ada upaya pembebasan lahan dari masyarakat, alhasil pihak rekanan hanya membangunkan dua abudment saja serta meninggalkan rangka baja yang sudah ditumbuhi semak belukar, saat ini warga sekitar hanya memakai jembatan gantung yang kondisinya juga sangat memprihatinkan.

(R9)FP.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments