oleh

Tuntut Ganti Rugi, Almas Jamendra Serbu Kelurahan Tegal Alur

-Daerah-292 views
IMG-20160330-WA003
Foto : Aliansi masyarakat Jalan Menceng Raya (Almas Jamendra) menuntut ganti rugi penggusuran pelebaran jalan.

FAKTA PERS – Jakarta.

Sekelompok warga yang mengaku Aliansi masyarakat Jalan Menceng Raya (Almas Jamendra) menyerbu Kantor Lurah Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat (30/3/2015).

Dengan membawa spanduk yang berisikan tuntutan penggantian ganti rugi lahan secara layak atas dampak dari rencana penggurusan guna pelebaran Jalan Menceng Raya oleh Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Dalam aksi demo yang dikawal ketat oleh aparat Kepolisian, TNI, dan Satpol PP tersebut, warga menyuarakan tuntutan mereka secara bergantian untuk mendapatkan konpensasi ganti rugi atas bangunan mereka.

Menurut keterangan Abdul Bar, sebagai kordinator aksi demo tersebut kepada Fakta Pers Media menjelaskan bahwa kedatangan mereka menuntut ganti rugi yang layak dari rencana pengusuran yang akan segera dilakukan.

IMG-20160330-WA002

Dengan adanya rencana penggusuran guna pelebaran Jalan menceng Raya yang belum diketahui pasti kapan akan digusur, warga semua merasa cemas dan resah. “Gimana kami tidak resah, sedangkan ganti rugi atau konpensasi kepada warga yang terkena pembongkaran itu belum jelas,” tuturnya.

Warga membandingkan dengan penggusuran dikawasan Kalijodo. “Kalijodo saja yang dibongkar warganya dapet rumah susun, nah kami warga Menceng asli masa tidak diperlakukan dengan adil ?” lanjut Abdul Bar.

Abdul Bar melanjutkan, semua warga Menceng sangat mendukung program pemerintah dalam pembangunan, apalagi pelebaran jalan. Warga juga sangat senang kalau jalan dicor bagus lebar, tapi juga harus diperhatikan nasib warga yang terkena dampak pembongkaran tersebut.

Sedangkan menurut keterangan Lurah Tegal Alur A Mawardi, SH kepada awak media, penggusuran yang akan dilakukan oleh pemprov dan pemkot adalah program penyelamatan aset yang akan digunakan untuk pelebaran jalan dan fasilitas umum. Untuk kepastian pelaksanaan penertiban atau penggusuran pihak kelurahan masih menunggu hasil rapat dari tingkat kota.

“Kami pihak kelurahan hanya sebagai pelaksana saja, kami sudah melakukan sosialisai melakukan SP 1, tanggal 29 Maret, SP2 rencananya nanti tanggal 5 April, SP3 tanggal 8 dan SPB tanggal 9,” jelasnya. Ada sekitar 192 bangunan yang akan ditertibkan mencakup 2 RW, lebarnya 24 meter sepanjang 1, 5 kilometer.

Lanjutnya, pelaksanaan penertiban ini sudah pasti dilakukan, karena sudah ada protapnya, cuma sekarang protap itu sedikit sudah mundur. “Namun yang pasti kami masih menunggu keputusan hasil rapat dari tingkat kota dan instruksi dari atasan,” pungkas Lurah Mawardi. (Hary/Umar S)

Komentar

News Feed