Kamis, Mei 13, 2021
BerandaBeredar Surat Resmi dari Kementrian PAN RB Memohon Fasilitas Liburan Untuk Anggota...
Array

Beredar Surat Resmi dari Kementrian PAN RB Memohon Fasilitas Liburan Untuk Anggota Dewan Kepada Konsulat Jenderal RI di Sydney Australia

surat kemen pan rb bocor

FAKTAPERS-Jakarta.

Beredarnya Surat berkop resmi dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri sontak menghebohkan publik. Pasalnya, isi surat tersebut meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, Australia, untuk memfasilitasi Wahyu Dewanto yang merupakan anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Hanura yang akan plesiran ke Australia.

Surat yang diterbitkan pada tanggal 22 Maret 2016 ini ditandatangani oleh Sekretaris Kemenpan RB, Dwi Wahyu Atmaji, untuk ditembuskan kepada Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Duta Besar RI untuk Australia di Canberra, dan Konsulat Jenderal RI di Sydney . Di dalam surat yang bernomor  B/1337/S.PANRB/03/2016, dituliskan permohonan kepada KJRI di Sydney untuk memberi fasilitas berupa akomodasi dan transportasi selama Wahyu beserta 5 anggota keluarganya berada di Sidney. Dalam surat itu juga tertera lamanya kunjungan Wahyu dan keluarga sejak dari tanggal 24 Maret – 2 April 2016.

Saat wartawan mengkonfirmasikan bocornya surat tersebut ke publik, Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi mengaku tidak mengetahui perihal surat tersebut, dan tidak pernah memerintahkan anak buahnya membuat permohonan kepada KJRI di Sydney untuk memberi fasilitas liburan kepada koleganya, Wahyu Dewanto.

Juru Bicara Kemen PAN RB Herman Suyatman, mengatakan bahwa Yuddy telah menegur langsung Sekretaris Kementrian PAN RB terkait surat tersebut. Herman juga membantah jika kasus tersebut menjadi bukti bobroknya birokrasi di Kemen PAN RB. Ia berdalih hal itu hanya karena kelalaian Sekretaris Kementrian saja.

Menanggapi beredarnya surat tersebut, anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PDI P, Arteria Dahlan, mengaku geram dan menganggap perbuatan tersebut mencoreng semangat revolusi mental. Menurutnya, Men PAN RB harusnya menjadi contoh pejabat publik yang mampu pelopori revolusi mental. Tidak hanya di kementriannya saja, tapi juga kepada seluruh instansi lain.

Arteria mengatakan ada kejanggalan terkait bantahan Kemen PAN RB. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk menggunakan logika dan akal sehat, apakah benar penerbitan surat tersebut tanpa sepengetahuan Menteri Yuddy ?.

Oleh sebab itulah, Arteria menuntut Menteri Yuddy untuk mempertanggungjawabkan persoalan tersebut kepada publik secara langsung. Selain itu, ia juga menuntut dilakukannya penyelidikan perihal surat tersebut.

(Hapip)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments