oleh

Kesepakatan Management PT PHG dan Masyarakat Desa Parsombahan Sarat Kepentingan Kelompok

-Daerah-518 views
IMG_20160321_120859
Rapat pertemuan pihak terkait di Kantor kebun PT DNS Nagargar. Senin( 21/3/2016)

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Pabrik kelapa sawit PT VAL (Victorindo Alam Lestari) Huta Lombang dan kebun sawit PT DNS (Damai Nusa Sekawan) Nagargar yang diketahui bahwa dua perusahaan tersebut adalah cabang dari PT PHG (Permata Hijau Gruop), belum lama ini melakukan kesepakatan bersama masyarakat desa Parsombahan yang diduga sarat dengan kepentingan untuk kelompok mereka saja.

Pasalnya, Senin (28/3/2016) saat Fakta Pers Media dan Tim menyambangi perusahaan tersebut, manager kebun DNS dan manager Pabrik kelapa sawit PT VAL yang di dampingi Humas, mengungkapkan bahwa kesepakatan management dan masyarakat Desa Parsombahan sudah digelar pada hari Jumat yang lalu lengkap dengan notulen acara.

IMG_20160321_131914
Usai rapat pertemuan pihak terkait, tampak pihak BLHD Kab Palas, Kepolisian Sektor Barumun, Ketua Komisi A DPRD Kab Palas, Menejer kebun PT DNS, Menejer Pabrik Kelapa Sawit PT VAL, Ketua BPKN Palas serta faktapers dan Tim saat tinjau pembuangan limbah PT VAL ke kebun PT DNS melalui sistem land aplikasi.

Dalam notulen yang digelar Jum’at (25/3/2016) bertempat di Kantor kebun PT DNS Nagargar, di hadiri pihak Manajemen PT PHG, Manager kebun PT DNS Nagargar, Menejer Pabrik Kelapa Sawit PT VAL Huta Lombang, Humas, Kades didampingi lima warga masyarakat desa Parsombahan, tokoh masyarakat dan ketua komisi A DPRD Kab. Palas, isinya menyatakan menindak lanjuti hasil notulen hari Senin 21/3/2016. Pihak perusahaan dengan masyarakat desa Parsombahan telah melakukan kesepakatan dengan poin :
1. Terkait kejadian perusahaan box karangan distribusi Land aplikasi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, perusahaan sudah berupaya melakukan perbaikan terhadap Parit Sefty dan plat bed di blok 31.
2. Perusahaan akan meningkatkan sistem kontrol distribusi Land aplikasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
3. Sehubungan Desa Parsombaan yang krisis air bersih terlebih pada musim kemarau masyarakat Desa Parsombaan meminta kepada perusahaan agar dibuatkan sarana air bersih yang titik lokasinya sudah disepakati di sekitar Masjid Desa Parsombaan.
4. Untuk kelanjutan mengenai Sungai Parsombahan, masyarakat Desa Persombahan meminta kepada perusahaan, agar melakukan kegiatan pencucian aliran Sungai Persombahan, sepanjang lebih kurang 1 km yang dilakukan bersama oleh pihak perusahaan dan masyarakat Desa Parsombaan, waktu pelaksanaan akan diinformasikan selanjutnya.
5. Sehubungan Desa Parsombaan merupakan desa terdekat dengan perusahaan masyarakat meminta agar setiap adanya bantuan dan CSR diproritaskan.
6. Dengan adanya pertemuan antara masyarakat Persombahan dengan perusahaan yang dituangkan dalam notulen maka permasalahan ini dianggap telah selesai dan tidak diperpanjang lagi serta rapat hari senin tanggal 28 Maret 2016 ditiadakan.

IMG_20160321_133209

Sementara, dalam notulen sebelumnya yang di gelar Senin, (21/3/2016) bertempat di Kantor kebun yang sama dihadiri Manager kebun PT DNS dan Manager pabrik kelapa sawit PT VAL serta Kades dan warga masyarakat Desa Parsombahan disaksikan Ketua Komisi A DPRD Kab. Palas, BLHD Kab. Palas, Kepolisian Sektor Barumun, serta Ketua LSM BPKN Kab. Palas dan Tim Fakta Pers Media.

Hal ini menuai pertanyaan besar bagi masyarakat Kab. Palas, mengapa BLHD Kab. Palas, Kepolisian Sektor Barumun, Ketua BPKN Palas dan fakta pers media dan Tim tidak di hadirkan sementara dalam notulen sebelumnya mereka hadir…?
Ada apa dengan Menejemen PT PHG, PT DNS, PT VAL dan Ketua Komisi A DPRD Kab. Palas yang diduga tidak ada memberikan informasi terhadap Tim Fakta Pers Media?

Kapolsek Barumun Samailun Pulungan Jum’at (1/4) di Kantornya, saat diminta komentarnya mengenai persoalan diatas kepada Fakta Pers Media mengatakan,”Seharusnya pihak perusahaan harus melibatkan pihak terkait akan persoalan ini, terutama pihak dari BLHD, kalau mereka berkenan ya kami juga harusnya di undang”, tegasnya.

Sementara menanggapi permasalahan limbah yang cemari Sungai Parsombahan penyebab ribuan ikan mati dan keluhan masyarakat, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana Rabu, (30/3/2016) melalui selulernya kepada tim Fakta Pers Media, meminta agar sampel ikan dan air sungai yang tercemar dibawa ke Mapolres Tapsel, guna melengkapi proses penyelidikan kasus tercemarnya sungai parsombahan akibat limbah PT VAL Huta Lombang. (R9)

Komentar

News Feed