Jumat, Mei 14, 2021
BerandaLimbah PT VAL Digunakan PT DNS Masih misteri...! Kabid Perizinan, "Informasi Mengenai...
Array

Limbah PT VAL Digunakan PT DNS Masih misteri…! Kabid Perizinan, “Informasi Mengenai Izin Harus Lapor Dulu ke Kaban BP2TD Palas”

IMG_20160412_135908

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Limbah PT VAL Hota Lombang yang mengaliri sungai Parsombahan mengakibatkan ribuan ikan mati dan penyakit gatal pada kulit yang di alami masyarakat masih menjadi misteri.

Kabid Pencemaran BLHD Palas, Ronihanda saat ditanyai tentang hasil uji LAB atas limbah PT VAL Huta Lombang, Selasa (14/4) melalui staffnya mengatakan pihaknya belum mendapatkan hasil limbah yang di uji LAB Provinsi, dan seperti biasa kalau hasilnya sudah keluar pihak BLH Provinsi akan menghubungi BLHD Palas.

“Kami belum mendapatkan informasi hasil uji LAB yang dari BLH Provinsi, dan kalau memang nanti hasilnya sudah keluar, pihak dari BLH Provinsi biasanya akan menghubungi kita”, katanya.

Sedang Kabid Bina Tekhnologi, Dewi Novita saat ditanyakan tentang izin pembuangan dan pemanfaatan limbah perusahaan tersebut, kepada Fakta Pers Media menyatakan bahwa pihaknya hanya memberikan rekomendasi, sedangkan tentang izin BP2TD yang berwenang mengeluarkan izin tersebut, diakuinya bahwa setiap tiga bulan sekali Tim BLHD Palas melalui Kabid pencemaran selalu tinjau ke limbah perusahaan tersebut.

“Rekomendasi dari lingkungan ada, tetapi kalau mengenai izin pihak BP2TD lah yang mengeluarkan, walau izin kami tidak mengetahui tentang izin itu tetapi setiap 3 bulan sekali tim BLHD melalui bidang pencemaran ada yang tinjau ke limbah”,katanya.

IMG_20160412_135842

Dihari yang sama, menelusuri tentang izin limbah, Fakta pers Media menyambangi BP2TD Palas, melalui Kabid Pelayanan Perizinan, Fitri Susanti Nasution, SH, MH mengatakan, dianya tidak bersedia memberikan keterangan dengan alasan belum ada perintah dari atasan serta wartawan harus melapor terlebih dahulu ke Kaban BP2TD terkait informasi izin limbah yang di maksud, yang diketahui bahwa Kaban juga tidak ditempat.

“Saya belum ada perintah dari atasan untuk memberikan informasi hal tersebut, dan lagian anda juga harus lapor dulu ke Kaban, setelah ada perintah baru saya berikan”.kata kabid

Ketua DPRD Palas, H Sahwil Nasution kepada tim Fakta Pers Media menyatakan pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan mengadakan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dan meminta Pemkab Palas segera meninjau ulang legalitas Amdal PT VAL Huta Lombang dan PT DNS.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BPKN Palas, Agnasty kepada Fakta Pers Media mengatakan, ” Sikap dari Kabid Pelayanan Perizinan pada BP2TD dinilai tidak komperatif, untuk apa di pintu ruangannya dituliskan Informasi, kalau masyarakat yang membutuhkan info harus lapor dulu ke Kaban BP2TD, jadi kepala bidang pelayanan perizinan itu untuk apa”?

“Limbah PT VAL Huta Lombang jelas sudah cemarkan sungai warga dan menyebabkan ribuan ikan mati serta dalam warga yang mengalami gatal pada kulit. Sementara sampai saat ini warga tidak tahu apakah limbah yang mengalir ke sungai itu tidak berbahaya, jangan buat persoalan limbah tesebut menjadi misteri di masyarakat Palas”.

“Saya minta Pemkab Palas harus serius menanggapi persoalan Limbah PT VAL Huta Lombang yang sudah menyebabkan ribuan ikan mati dan masyarakat yang mengalami gatal pada kulit akibat mandi di aliran sungai. Terlebih legalitas AMDAL Perusahaan tersebut juga masih di ragukan”.

“Tim saat ini sudah membawa sampel ke Mapolres Tapsel Sesuai dengan arahan Kapolres Tapsel, Rony Samtan dan menyerahkan bukti sampel ikan dan air limbah PT VAL Huta Lombang kepada Kanit Tipiter Aiptu Suryanto untuk di uji melalui LAB Kepolisian”. Tegasnya.

Menindaklanjuti permasalahan air limbah PT VAL Huta Lombang tim Fakta Pers Media melalui keredaksian di Jakarta juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengurai benang kusut yang selama ini dialami oleh masyarakat Desa Parsombahan. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments