Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Penggusuran Warga di Jalan Menceng Raya Terkesan Ganjil
Array

Penggusuran Warga di Jalan Menceng Raya Terkesan Ganjil

IMG_5903

FAKTAPERS-Tegal Alur.

Warga Jl. Menceng Raya RT.09 /10 Kel. Tegal Alur, Kec. Kalideres, Jakarta Barat, terkejut mendengar rumah tinggalnya akan dibongkar untuk pelebaran jalan dan penghijauan. Menurut informasi yang didapat Fakta Pers Media, kediaman warga yang berada di jalur penghijauan ternyata sudah puluhan tahun berdiri.

Salah satu warga dengan inisial R merasa terkejut mendengar ada pengukuran jalan dan penggusuran. Ia mengaku sudah tinggal di Jalan Menceng Raya dari tahun 1980-an. Pada tanggal 21 dan 22 Maret, warga menerima surat pengukuran, dan tanggal 29 Maret warga sudah mendapat surat peringatan pertama (SP 1). Terakhir, surat peringatan ke 2 (SP 2) diterima warga pada tgl 05 April.

Menurut R, pada tanggal 8 april 2016 warga akan menerima surat peringatan bongkar ( SPB). Rencananya, pembongkaran mulai dari bahu jalan dengan lebar 24 meter. Ia juga mengatakan, warga menerima pembongkaran asalkan ada kompensasi yang adil.

Berdasarkan pantauan wartawan Fakta Pers Media, ada kejanggalan terkait penggusuran tersebut. Penggusuran hanya sepanjang bahu jalan di sekitar wilayah Kecamatan Kalideres. Sementara, jalan tersebut berbatasan dengan Kecamatan Cengkareng, namun anehnya tidak ada penggusuran. Menurut warga, seharusnya penggusuran dimulai dari pintu air Cengkareng sampai ujung jalan perbatasan jembatan Kalideres.

Warga menduga pemilik ruko besar berinisial AG ada dibalik kasus penggusuran rumah warga setempat. Pasalnya, ruko milik AG selama ini tertutupi oleh banyak rumah dan kios warga, sehingga ruko tersebut tidak terlalu nampak dari jalan raya. Dengan adanya penggusuran ini, memberikan keuntungan kepada AG karena ruko miliknya menjadi lebih strategis dengan akses langsung ke jalan raya.

Penggusuran tersebut hanya mengenai sepanjang kediaman warga yang menutupi ruko tersebut. Sehingga, muncullah spekulasi diantara warga ,ada oknum yang melapor sekaligus memohon pembongkaran di sepanjang area tersebut. Warga juga sudah menghadap Lurah setempat dan mengadukan tentang kecemasan mereka. Warga meminta kebijakan dari pihak terkait.

Lurah setempat mengatakan, jika lahan yang ditempati memiliki surat lengkap, maka akan mendapatkan ganti rugi. Surat permohonan pembongkaran yang diduga dibuat oleh AG ternyata tidak ditandatangani oleh warga dan Rt. 09/10, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tidak ada pendataan atau sosialisasi terkait pembongkaran. Justru, warga diundang ke BPLK (Balai Pelatihan Kerja) untuk rapat pemberitahuan pembongkaran, bukan pendataan.

(Junnaidi A & Maikhel)

Most Popular

Recent Comments