oleh

Sering Bentrok Dengan Pengelola, Warga Apertemen Gading Mediterania Lapor Polisi

-Daerah-368 views
CYMERA_20160428_161140
Spanduk penolakan warga penghuni dan pemili k di Apartemen Gading Mediterania, Kelapa Gading, Jakarta Utara

FAKTA PERS – Jakarta.

Sebuah pepatah orang bijak mengatakan, “Rumahku adalah Istanaku” untuk sebagian orang yang tinggal di kawasan perumahan mewah dan apertemen elit.

Namun pepatah orang bijak itu tidak dirasakan oleh warga yang tinggal di apertemen Gading Mediterania Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Setiap hari kami warga yang tinggal di apertemen ini selalu bentrok dengan pihak pengelola dan keamanan, karena peraturan yang dibuat oleh pihak pengelola tidak memberikan kenyamanan pada kami sebagai penghuni sekaligus pemilik unit di apartemen Gading Mediterania ini ujar, Frans (45), salah seorang warga di apertemen Gading Mediterania pada wartawan kemaren, Rabu (27/4).

Frans dan warga lainnya sangat menyayangkan sikap pengelola yang dinilai telah membuat peraturan sepihak dan tanpa kesepakatan warga, sehingga peraturan itu mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga yang tinggal di apertemen tersebut.

Salah satu contoh, penggunaan fasilitas umum yang sudah di sediakan seperti kolam renang, kemudian sarana olah raga, dan penggnaan liff, yang selalu di batasi penggunaannya oleh pihak pengelola, ujarnya.

Tidak hanya itu yang paling parah kami warga apertemen juga dilarang untuk berkumpul dan saling berinteraksi antara satu maupun dengan penghuni lainnya, padahal kami tinggal di rumah kami sendiri, kok pihak pengelola yang mengatur tentang kebebasan kami yang tidak masuk akal, lanjut Frans.

IMG_20160428_133524(1)  IMG_20160428_133528

Dan yang paling parahnya kami warga di adu domba untuk terus bentrok dengan pihak keamanan security setiap hari, di intervensi serta diancam oleh pihak pengelola melalui pihak keamanan.

Padahal kemarin kami semua sudah ada kesepakatan dengan pengelola untuk tidak mengunci  pintu ke kolam renang, namun hari ini dikeluarkan lagi surat melalui pihak keamanan supaya jam 9 malam seluruh pintu dikunci.

Sedangkan warga masih banyak yang ingin bersantai melepas lelah setelah pulang kerja dikolam renang yang tersedia, akhirnya setelah di keluarkan larangan itu warga kembali bentrok lagi dengan pihak security.

“Jadi kami merasa warga apertemen Mediterania Kelapa Gading ini merasa bukan tinggal dinegara Republik Indonesia yang dikenal dengan negara hukum, akan tetapi kami merasa tinggal di negara Agung Podomoro, yang memiliki aturan sendiri,” ungkapnya.

Untuk  mencari keadilan dan ketenangan maka kami panggil pihak kepolisian dari Polsek Kelapa Gading untuk menegahi masalah yang cukup rumit ini, pungkas Frans. (Red03/RN01)

Komentar

News Feed