oleh

Antisipasi Penyalahgunaaan Profesi Pers, Polisi dan Wartawan Sosialisasi KEJ

-Daerah-373 views
FOTO KEGIATAN SOSIALISASI KEJ (1)
Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik Indonesia kepada jajaran kepala sekolah lingkungan Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe di Aula Mapolres Rabu (11/5).

FAKTA PERS – LHOKSEUMAWE.

Mengantisipasi maraknya oknum Wartawan yang diduga menyalahgunakan Profesi Pers dan adanya istilah wartawan abal-abal atau Bodrek, Gabungan Lintas Organisasi Jurnalis Kota Lhokseumawe bekerjasama dengan Polres Kota Lhokseumawe, Rabu (11/5) menggelar Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik Indonesia kepada jajaran kepala sekolah lingkungan Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe di Aula Mapolres setempat.

Kegiatan bertema ‘Melawan Penyalahgunaan Profesi’ ini, dihadiri Kapolres Kota Lhokseumawe AKBAKBP Anang Triarsono, S.Ik, Kadis Disdikpora Kota Lhokseumawe Drs.Rusli, MM, sementara dari Jurnalis hadir  Perwakilan Aliansi Jurnalis Independent (AJI), Persatuan Wartawan indonesia (PWI), dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA) serta dihadiri puluhan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Lhokseumawe.

Kapolres Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini telah menjadi mitra polisi dalam hal penyampaian informasi kepada publik. Kata Anang, kegiatan ini digagas para jurnalis ini, sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan profesi jurnalis oleh segelintir oknum yang mengatasnamakan pers untuk kepentingan pribadi dengan cara memanfaatkan kartu pers”, Selama ini jurnalis Kota Lhokseumawe sangat bersinergi dengan polisi dalam hal penyampaian informasi kepada publik, jadi kita harap jangan ada oknum yang mengatasnamakan pers mengotori profesi mulia ini”, kata Anang.

FOTO KEGIATAN SOSIALISASI KEJ. KPOLRES DAN KADIS PK

Ditambahkan, pihaknya juga banyak menerima masukan dan keluhan dari para kepala sekolah dan guru, tentang tindakan sebagian oknum wartawan yang terkesan mengintervensi, mengintimidasi mereka dalam hal pemberitaan, karena itu, dengan Sosialisai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No 40 Tahun 1999, diharapkan kepada kepala sekolah dan dewan guru lebih memahami tentang tugas jurnalis dan menyikapi tindakan wartawan yang dapat merugikan mereka”, jelas Anang.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Lhokseumawe, Drs.Rusli, MM dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini, karena pihaknya selama ini belum begitu tahu tentang Kode Etik Jurnalis serta tugas dan tanggung jawab Pers itu sendiri. Pihaknya juga siap bekerjasama dengan wartawan dan polisi dalam menyikapi ulah sebagian oknum pers yang menyalahgunakan profesi mereka”, Kami siap membangun komunikasi yang sinergis dengan pers dan polisi dalam hal penyampaian informasi, dan kita harap jangan ada oknum pers yang terkesan meresahkan kepala sekolah dan guru dengan berita yang justru sangat merugikan dunia pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Perwakilan dari Organisasi Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Kota Lhokseumawe Sugito Tassan menyebutkan, selama ini memang tidak dipungkiri adanya oknum wartawan tersebut, karena itu pihaknya berharap, agar kepala sekolah lebih mengetahui peran dan fungsi Pers sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik”, Pers Profesi mulia, jadi jangan dikotori oleh segelintir oknum ini yang dapat merugikan wartawan laiinya yang bekerja profesional, begitu juga kepada pelaku dunia pendidikan, selayakanya dapat memberikan informasi jika menemukan wartawan seperti ini”, kata Sugito.

Disisi lain, dirinya juga meminta kepada para Kepala Sekolah dan Dewan guru lebih bersikap koperatif dalam menyikapi keterbukaan informasi publik, selayakanya jika ada informasi yang bernilai membangun dunia pendidikan dapat disampaikan kepada Media”, Selama ini Akses Informasi dari dunia Pendidikan masih kurang, guru jangan menutup diri, jika ada informasi penting yang bersifat membangun, silahkan sampaikan kepada kami agara dipublikasikan demi kemajuan dunia pendidikan”, tutupnya. (MUKHLIS)

Komentar

News Feed