oleh

Warga Apartemen Mediterania Minta Ketua PPRS dan Pengurus Mengundurkan Diri

-Daerah-254 views

IMG_7781

FAKTA PERS – Jakarta.

Ratusan pemilik sekaligus penghuni Apartemen Gading Mediterania meluapkan emosinya terhadap pihak pengelola Ketua PPRS di Basement I Ruang Balai Warga Apartemen Gading Mediterania, Jalan Boulevard Bukit Gading Mediterania, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/5/2016),

Pasalnya Pihak Pengelola apartemen dinilai warga tak punya sikap dan bertanggung jawab terhadap buruknya fasilitas apartemen yang bisa mengancam nyawa para penghuni.

Berkali kali dilakukan musyawarah namun sering berujung deadlock, ini pun membuat warga geram dan memaksa Ketua Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS), Paulus, untuk mengundurkan diri dari kepengurusan PPRS malam itu juga bersama anggota  PPRS lainnya.

“Kalian  harus mundur malam ini juga, kalau tidak rapat ini tidak ada ujungnya,” Warga di sini sudah ngga Suka sama kalian tolong lebih baik kalian mengundurkan diri deh,” Kata salah seorang Warga.

Selama bertahun-tahun warga sudah gerah sama ketujuh pengurus ini. Tolong pak Camat, Pak Polisi, kami sudah tidak suka dengan kepengurusan mereka ini,” ujarnya dengan nada kesal.

“Fasilitas apartemen tak terawat, sampai lift sering anjlok, selama ini mana ada perbaikan?” teriak salah seorang penghuni di depan Paulus, Camat Kelapa Gading, Abdul Chalik, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono.

IMG_7778

Paulus dengan keenam pengurus PPRS lainnya nampak pucat pasi saat warga secara bersamaan meluapkan kemarahannya mencaci maki Ketua PPRS dan yang lainya.

Camat Kelapa Gading Abdul Chalik, beserta kapolsek serta instansi lainnya juga terus berusaha meredam emosi warga, mengajak tenang dan berdialog dengan baik di depan meja yang disediakan warga.

Musyawarah terus belanjut hingga tengah malam, warga masih menunggu pihak pengurus PPRS Apartemen Gading Mediterania itu untuk mengundurkan diri secara tertulis diatas kertas di hadapan warga dan aparutur pemerintah.

Warga penghuni pun mengancam tidak akan membubarkan diri  sebelum ada keputusan yang pasti dan ketujuh pengurus tersebut menandatangani surat pernyataan yang konsepnya berisi tuntutan warga.

Musyawarah pun berlanjut hingga menemukan kesepakatan setelah pihak PPRS mengundurkan diri secara tertulis dengan beberapa poin yang di sepakati, dan warga bersedia menyerahkan masalah ini kepada pihak Muspika untuk di tindak lanjuti dalam rapat di tingkat kecamatan bersama warga dan pengurus. (HL03/RN01)

Komentar

News Feed