Senin, September 20, 2021
BerandaDiminta Transparan, LPMP Sumatra Utara Gelar Sosialisasi K-13 "Kunang-Kunang" , Ngakunya dari...
Array

Diminta Transparan, LPMP Sumatra Utara Gelar Sosialisasi K-13 “Kunang-Kunang” , Ngakunya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Palas

IMG_20160617_165954

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Pihak Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) gelar sosialisasi Kurikulum 2013 (K-13), kepada sejumlah guru dan kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) se- Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang digelar di lokal kelas SDN 0102 Sibuhuan.

Pantauan Fakta Pers Media di lokasi, kegiatan tersebut menggunakan 6 ruang kelas SDN 0102, dengan rincian ruangan dengan jumlah 33 peserta ditambah satu ruangan untuk panitia yang diketahui kegiatan tersebut tidak dilengkapi spanduk kegiatan, sehingga menuai pertanyaan besar di kalangan masyarakat Kabupaten Palas.

Plt. Kadis Pendidikan Kab Palas, Abdulrahim Hasibuan, Jum’at (17/8/2016) saat ditemui dikantornya mengakui kegiatan tersebut adalah sosialisasi K-13, namun untuk lebih detailnya Abdulrahim menyarankan wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak terkait.

Fakta Pers Media kembali menuju lokasi kegiatan tersebut dan menemui Kasi Kurikulum dan Kesetaraan pada Dinas pendidikan Daerah Palas, Ummi Khadijah Siregar mengatakan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi tempat kegiatan dan berkoordinasi dengan guru dan kepala sekolah.

“Kami hanya memfasilitasi tempat dan berkordinasi dengan guru serta kepala sekolah. Kalau tentang kegitan saya kurang tahu bang, tanyakan saja kepada panitia dari LPMP provinsi,” tandasnya.

Kasi Kurikulum dan Kesetaraan, Ummi Khadijah Siregar, Spd kepada Fakta Pers Media juga mengakui tidak mengetahui nama dari panitia LPMP tersebut.

Sementara, oknum panitia dari LPMP Provinsi Sumatra Utara yang tidak ingin namanya diketahui juga tidak mau memberikan informasi. Bahkan berbohong dengan mengatakan pihaknya dari dinas pendidikan Kabupaten/Kota Palas, terkesan acuh dan beranjak pergi meninggalkan wartawan. Bahkan saat dipertanyakan apa saja spesifikasi yang disosialisasikan di K13 itu tidak jelas, baik dari pihak LPMP maupun dari dinas pendidikan palas

“Apa jadinya jika sosialisasi tidak tersampaikan kepada publik ?, padahal publik juga berhak tahu tentang program-program pemerintah tentang dunia pendidikan. Masa’ ada sosialisasi seperti kunang-kunang, timbul redup tidak jelas,” kata Muklis, seorang wartawan yang hendak meliput kegiatan.

Tambah Muklis lagi, “Bukannya kegiatan itu sudah ditenderkan, tentu semua cost-nya kan ada. Masa’ kegiatan dari Provinsi Sumatra Utara memakai fasilitas ruang SD. Sementara kegiatan juga tidak memasang spanduk kegiatan, seperti sosialisasi kacang rebus aja”, ketusnya.

Sebelumnya diketahui, pemerintah semakin memantapkan diri menerapkan kurikulum 2013 (K-13). Tentunya dibarengi dengan guru yang berkualitas dengan menerapkan pelatihan guru di provinsi, kabupaten/kota, hingga ke sekolah sasaran dengan meluluskan instruktur nasional, selanjutnya para instruktur nasional tersebut akan memberikan pelatihan kepada instruktur provinsi, kemudian instruktur provinsi akan melatih instruktur kabupaten/kota. Lalu instruktur kabupaten/kota akan melatih di sekolah sasaran yang melibatkan guru dan kepala sekolah.

Para instruktur nasional terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, widyaiswara, dan dosen yang tergabung dalam tim pengembang kurikulum tingkat provinsi tersebut dinilai oleh narasumber nasional berdasarkan tiga aspek. Yaitu paradigma dan pemahaman yang memiliki bobot 20 persen, kemampuan fasilitasi (40 persen), dan sikap (40 persen). Aspek kemampuan fasilitasi meliputi komunikasi yang efektif dan kreatif, sedangkan aspek sikap mencakup keterbukaan, sikap pembelajar, dan ketangguhan.

Sehingga, ditargetkan pada 2019, seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali menerapkan K-13 yang sudah direvisi pemerintah tentu juga harus dibarengi dengan tenaga pendidik yang berkualitas. Demikian dikatakan oleh Hamid Muhammad selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

(Robert Nainggolan)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments