oleh

Kapolda Jambi Diminta Tindak Tegas Oknum Polisi yang Bermain di Balik Pertambangan Emas Tanpa Izin di Limun

-Daerah-299 views

FB_IMG_1465231564354

FAKTA PERS – Sarolangun.

Upaya Gubernur Jambi Zami Zolla untuk memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan sangat meresahkan masyarakat Limun hingga kini belum terlihat hasil yang signifikan oleh masyarakat.

Pasalnya pemberantasan PETI tersebut tidak diiringi dengan ketegasan hukum yang dijalankan aparat penegak hukum kepolisian setempat dalam hal ini Polres Sarolangun.

Masyarakat menilai kian hari Peti di wilayah Kecamatan Limun ini kian merajalela, dan tidak ada yang bisa diperbuat oleh aparat penegak hukum dalam hal ini.

FB_IMG_1465231571194

Wagiman, salah seorang warga Limun menjelaskan pada wartawan, kegiatan PETI bisa merajalela seperti ini karna dibekingi oleh oknum polisi, oleh sebab itu tidak ada yang bisa memberhentikannya.

” Para pemilik peti itu semuanya setoran pada oknum polisi makanya mereka bebas begitu saja tidak ditangkap”, ujar wagiman.

” Bagi mereka yang menggunakan alat berat itu setoran sama oknum polisi. Tapi bagi mereka yang tidak setoran di tangkap. Bagaimana PETI  ini bisa diberantas, wong dalangnya oknum polisi” , jelasnya lagi.

Di tempat terpisah salah satu tokoh masyarakat Pulau Pandan yang enggan diketahui namanya mengatakan, sering dilakukan penangkapan, baik itu pelaku PETI ataupun penadah emasnya oleh Polres maupun Polsek. Namun tidak lama kemudian dilepas kembali, itu bukan hal yang baru di sini”, ujarnya.

Bahkan dia menduga, juragan PETI atau penadah itu hanya dijadiakan ATM saja oleh oknum polisi yang sering keluar masuk wilayah Limun.

” Seperti kejadian beberapa hari kemarin, terjadi penangkapan di Pulau Pandan penadah emas hasil PETI, bukannya di proses secara hukum malah dijadikan objek pencari keuntungan oleh oknum polisi dari Polres tersebut. Kalau terus-terusan seperti ini bagai mana (PETI) itu bisa di berantas? “, katanya dengan nada kesal.

Dia dan masyarakat lainnya berharap pada Gubernur dan Kapolda Jambi yang baru ini untuk menindak tegas anggotanya yang bermain di balik PETI yang sangat meresahkan masyarakat Limun.

Masyarakat sudah tidak tahan dengan ulah PETI yang sudah merusak hutan, kebun, ladang, sawah, sampai kuburan dan mushollah habis digerus alat berat PETI tersebut.

” Kalau tidak cepat diatasi, kami khawatir desa Pulau Pandan dan desa lainnya akan hanyut terbawa banjir bandang karna ulah PETI yang dibekingi oknum polisi tersebut. Harus kemana lagi kami mengadu?. Ancaman banjir bandang selalu menghantui setiap musim hujan datang”, pungkasnya.

(Sadri)

Komentar

News Feed