Jumat, Mei 14, 2021
BerandaParah, Diduga Proyek Kuburan Menjadi Lahan Korupsi Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakbar
Array

Parah, Diduga Proyek Kuburan Menjadi Lahan Korupsi Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakbar

sudin

FAKTA PERS – Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sedang gencar melakukan penyelidikan terhadap mafia tanah di Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang membuka rekening Bank DKI di masing-masing Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Sebagai contoh adalah paket proyek plaketisasi Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Barat pada anggaran APBD 2015 yang dikerjakan oleh pihak kedua yaitu CV. Fajar Darma Sailastio yang menelan anggaran hingga 571.991.738, juta rupiah dan dinilai sebagian masyarakat sebagai proyek akal-akalan.

Proyek dengan No. SPMK 14050/1772.182. tanggal 6 November 2015 dengan paket pekerjaan Pengelolaan RTH taman dan pemakaman, plaketisasi TPU Utan Jati dinilai tidak sesuai dengan realisasi dan sarat korupsi

Pasalnya, dari hasil pantauan Fakta Pers Media di lapangan, paket proyek pekerjaan plaketisasi pemakaman tersebut sekitar 720 makam yang akan dikerjakan, namun pada kenyataannya hanya sekitat tiga ratus makam saja yang dipasang plaketisasi.

Kemudian kejanggalan lain dari proyek TPU Utan Jati tersebut adalah nilai proyek yang mencapai angka lebih dari lima ratus juta tetapi tidak sesuai dengan hasil pekerjaan di lapangan.

Menurut informasi yang dari lokasi, Faizal sebagai salah satu warga setempat mengatakan tidak ada yang dikerjakan secara serius di lokasi pemakaman tersebut, “hanya ada beberapa makam saja yang di pasang plaketisasi, dan tidak ada taman yang di bangun di sini,” katanya.

Faizal juga mengatakan, “proyek plaketisasi ini hanya akal-akalan Sudin Pertamanan dan Pemakaman saja, masa uang limaratus juta lebih itu tidak terlihat hasilnya”.

Menurutnya Faizal, “hal ini perlu diselidiki dan dilaporkan ke pak gubernur atau ke aparat penegak hukum, karena proyek ini sudah jelas hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya saja dan jelas merugikan masyarakat dan negara,” lanjutnya.

“Mungkin ini juga salah satu proyek yang di sangkakan gubernur tentang adanya mafia tanah di Sudin Pertamanan dan Pemakaman yang diduga fiktif tersebut”, jelasnya.

Dia juga mememinta pihak aparat hukum terkait yaitu Inspektorat Daerah atau Kejaksaan Negri Jakarta Barat untuk menindak lanjuti kejanggalan pada proyek plaketisasi TPU Utan Jati ini.

Sementara itu Kasudin Pertamanan Fajar Jauhari dan Kasie Pemakaman Jakarta Barat Mila, hingga saat belum dapat di konfirmasi Fakta Pers Media terkait permasalahan tersebut. (MN/MKL)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments