Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Parah, Pasien Kritis Pengguna BPJS  Ditelantarkan di RSUD Cengkareng
Array

Parah, Pasien Kritis Pengguna BPJS  Ditelantarkan di RSUD Cengkareng

rsud

FAKTAPERS – Jakarta.

Hampir sebagian pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat merasa dianaktirikan oleh pihak rumah sakit.

Pasalnya, para warga yang menggunakan BPJS Kesehatan begitu kesulitan untuk mendapatkan layanan yang prima dari RSUD Cengkareng, seperti yang dialami salah satu warga bernama Sukasman.

Pasien yang menggunakan BPJS kesehatan tersebut didiagnosa mengalami penyumbatan di jantungnya, namun ditelantarkan oleh RSUD Cengkareng, Minggu (12/6).

Sukasman ditelantarkan oleh pihak rumah sakit hingga satu harian di Instalasi Gawat Darurat (IGD),untuk menunggu mendapatkan  ruang Intensive Care Unit (ICU) lantaran mendaftar dengan BPJS.

Siska istri Sukasman menuturkan, bahwa suaminya sudah seharian di UGD, dan tidak ada kejelasan yang pasti. Menurut petugas rumah sakit, untuk mendapatkan ruang ICU bisa menunggu sehari atau bahkan hingga tiga hari.

Dalam ruang IGD RS Cengkareng, lanjut Siska, tak hanya dirinya saja yang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan lantaran pengguna BPJS, tapi beberapa Pasien BPJS lainnya juga mengalami hal serupa.

“Pasien disamping suami saya sudah 3 hari di IGD. Tidak ada ruang ICU atau rawat inap yang diberikannya”, kata Siska kepada wartawan.

Setelah Siska merubah status Pasien BPJS menjadi Pasien Umum, barulah pihak RSUD Cengkareng langsung memberikan penanganan intensif dan memberikan saran/rujukan rumah sakit yang memiliki ruang ICU yang notabenenya rumah sakit tersebut ada yang bekerjasama dengan BPJS.

” Setelah saya ajukan sebagai pasien umum, petugas memberikan nama RS Mitra Keluarga, RS Graha Kedoya, RS Hermina dan RS Royal Taruma yang memiliki ruang ICU,” ungkap Siska.

Siska merasa kecewa dengan pihak BPJS dan RSUD Cengkareng. Dirinya menuturkan bahwa suaminya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah puluhan tahun bekerja dan gajinya pun tiap bulan dipotong untuk pembayaran asuransi kesehatan.”Bagaimana dengan pasien yang butuh pertolongan cepat tapi tidak punya biaya, beginikah pelayanan rumah sakit,” katanya dengan geram.

Dengan rasa kecewa Siska kemudian membawa Suaminya ke RS Mitra Keluarga tanpa memakai BPJS. “Saya harap ada evaluasi kinerja di RS Cengkareng dan BPJS dalam pelayanan kesehatan masyarakat”, jelasnya.

Sebelumnya kasus yang sama pernah terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Sehingga Komisioner Ombudsman Riau Bambang Pratama turun tangan mempertanyakan komitmen seluruh rumah sakit di Kota Pekanbaru yang berafiliasi dengan BPJS Kesehatan terkait adanya laporan sulitnya pasien mendapatkan ruang perawatan khusus atau Intensive Care Unit (ICU).

Siska berharap Gubernur Basuki Tjahaya Purnama mengevaluasi kinerja RSUD Cengkareng agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang menyenangkan, dan tidak membedakan pasien Umum dengan Pasien BPJS kesehatan.

(Hery Lubis)

Most Popular

Recent Comments