Selasa, Juli 27, 2021
BerandaPilkades Desa Lubuk Sayak Pelawan Sarat Kecurangan dan Cacat Hukum
Array

Pilkades Desa Lubuk Sayak Pelawan Sarat Kecurangan dan Cacat Hukum

IMG_20160609_001236

FAKTAPERS – Sarolangun.

Penyelenggaraan Pilkades serentak di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu menuai sejuta masalah berbagai macam persoalan hingga sampai ke persidangan .

Seperti yang terjadi pada Pilkades  Desa Lubuk Sayak, Kecamatan Pelawan, salah satu calon kades Zulkarnain menggugat atas kecurangan dan hasil keputusan yang sangat mengecewakan dan tidak jujur.

Zulkarnain menilai sidang yang dipimpin oleh Sekda (Sekretaris Daerah) tersebut tidak berpihak pada kebenaran dan bukti-bukti yang diajukan penggugat (8/6).

Dikatakan Zulkarnain, sidang yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun itu tidak sesuai dengan tuntutan penggugat, lain pula hasil keputusannya. Dia menilai Pilkades Lubuk Sayak cacat hukum.

” Materi yang kami tuntut adalah selisih surat suara atau DPT. Surat suara yang diterima awalnya berjumlah 1.228 DPT, tetapi pada saat penghitungan suara, surat suara sah 903 dan yang tidak sah 329 suara berarti ada selisih surat suara “, ujarnya.

” Kemudian tuntutan kami lainnya, ada dugaan pemalsuan tanda-tangan oleh Sekretaris Panitia Penyelenggara pada berita acara penetapan. Kemudian Kartu Keluarga pendatang bukan sebagai DPT atau pemilih fiktif. Lalu pemilih yang tidak memiliki KK Desa Lubuk Sayak ikut memilih. Semua poin dalam tuntutan kami itu tidak dibahas dalam persidangan. Lain yang kami tuntut, lain pula hasil keputusan, itu kan aneh “.

Tiga orang penggugat tersebut, yakni Juandi, Zulkarnain, dan Zulfikar sudah pernah melaporkan permasahan pemalsuan data atau dokumen ke pihak kepolisian Polsek Pelawan tanggal 16/05/2016 lalu.

Kemudian melaporkan ke Polres Sarolangun pada tanggal 23/05/2016. Namun, hingga kini tidak mendapat tanggapan. Dan semua gugatan tersebut dalam sidang yang dipimpin Sekda kemarin semuanya ditolak.

Besok rencananya Zulkarnain dan kawan-kawan akan melaporkan hal ini ke Polda Jambi, dan akan membawa kasus ini ke PTUN Jambi untuk mencari keadilan.

(Santo)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments