Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Diduga Ilegal, Diminta Kepada PEMDA Padang Lawas, STOP Pembangunan Waterboom
Array

Diduga Ilegal, Diminta Kepada PEMDA Padang Lawas, STOP Pembangunan Waterboom

IMG_20160730_123046

FAKTA PERS – Padang Lawas.

Pembangunan Waterboom di pinggir Jalinsum Aeknabara – Sibuhuan tepatnya berlokasi di Desa Latong, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas)  diduga tidak memiliki izin legalitas layaknya bangunan. Padahal informasi yang dihimpun Fakta Pers Media, bangunan tersebut akan dibangun diatas lahan seluas  empat hektar, dan banyak memakai material galian C yang dipakai untuk menimbun.

Pada Sabtu (30/07-2015) Fakta Pers media coba menemui Jabang, yang diketahui adalah penanggung jawab lapangan, dia membenarkan bahwa penimbunan dipakai untuk pondasi pembangunan Waterboom. Sedangkan menurutnya material galian C, diambil dari desa Padang luar dan dari Desa Huta Lombang. Saat ditanyai mengenai izin galian, Jambang mengatakan “tanyakan saja sama conteng” dan beranjak meninggalkan wartawan.

IMG_20160730_120841

Sementara Conteng yang menurut informasi adalah penanggung jawab atas galian C, saat ditanyai mengenai izin galian terkesan risih dan membentak dengan mengatakan,”Galian C mana!”, katanya dengan suara keras.

Sebelumnya Kabid Pelayanan Perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM) Kab Palas, Jum’at,(29/07-2016) saat ditanya mengenai pengusaha galian C yang memiliki izin galian di Kab Palas, kepada fakta Pers Media mengatakan, “Untuk saat ini pemilik usaha galian C yang memiliki izin galian yang dikeluarkan Pemprovsu baru dua saja, itupun yang satu masih proses pengurusan, yang satu di Kecamatan Sosa dan yang satu lagi masih proses pengurusan”.

Menanggapi hal ini Ketua LSM FORMASI, Husin Basri Lubis, mengecam tindakan oknum yang sengaja menghalangi tugas jurnalis dalam mengekspose berita.

“Pengusaha Waterboom dengan menempatkan orang kepercayaan di lokasi tujuannya sekalian memberikan informasi kepada masyarakat yang menanyakan, bukan malah membentak saat ditanya,” kata Husin geram.

Tambahnya lagi, “Terlebih lagi izin galian C yang legal saat ini masih satu, itu juga di Kecamatan Sosa. Sikap yang kurang transparan marak dengan menuai banyak pertanyaan di kalangan publik, terkesan ada yang ditutup-tutupi. Kami meminta Pemda Palas segera stop pembangunan Waterboom yang ada di Kecamatan Lubuk Barumun, kuat dugaan tidak melengkapi izin bangunan dan lain-lain.”

Melihat proses pembangunan Waterboom seluas empat hektar berada tepat di pinggir jalan lintas, tentu ini menjadi perhatian masyarakat. Ditambah lagi ada alat berat disana. Tak hanya itu saja, persoalan kelengkapan perizinan seperti IMB, Izin galian C, dan Izin lingkungan, HO dan Izin operasional alat berat yang beroperasi di lokasi pembangunan Waterboom saja belum jelas.

(R9)

Most Popular

Recent Comments