oleh

Kerap Marah-Marah Karena Mendengar Suara Adzan, Warga Keturunan Tionghoa Picu Konflik Antar Warga Akibatnya Sejumlah Wihara Kena Amuk Massa

-Daerah-319 views

kerusuhan tanjung balai

FAKTA PERS – Sumatra Utara.

Kerusuhan di Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara, pada Sabtu (30/07) mengakibatkan sejumlah wihara atau rumah ibadah ummat Budha dibakar massa. Kerusuhan tersebut dipicu oleh seorang wanita dari etnis Tionghoa yang mengamuk saat mendengar suara adzan dari masjid masjid Al Maksum Jl. Karya Tanjung Balai yang tepat berada di depan rumahnya sendiri.

Berdasarkan keterangan saksi yang enggan disebutkan namanya, wanita tersebut bahkan sampai memaki-maki imam yang tengah mengumandangkan adzan di masjid karena tidak senang mendengarnya dan dianggap menganggu.

Tidak hanya sekali saja wanita etnis Tionghoa itu marah-marah, bahkan saat umat Islam melaksanakan shalat tarawih pun wanita tersebut membuat ulah dengan marah-marah karena tidak suka dengan kegiatan yang membuat ramai masjid itu. Dia juga sering protes saat ada yang mengaji di masjid.

Hal tersebut akhirnya memicu kemarahan warga beragama Islam di daerah tersebut. Menurut seorang netizen bernama Boyke Azwar, warga muslim di daerah tersebut selama ini sudah mencoba sabar dan menahan amarah sejak bulan Ramadhan kemarin. Dikatakannya, kerusuhan tersebut merupakan puncak kemarahan masyarakat.tanjung balai

Sekretaris Forum Umat Islam (FUI) Tanjung Balai, Ustadz Luthfi Ananda Hasibuan mengatakan kerusuhan tersebut menjadi puncak masyarakat atas sikap warga etnis Tionghoa yang selama ini arogan.

“Mereka suka menyepelekan, suka semena-mena, jika kesenggol sedikit langsung marah dan tak segan-segan mengajak berkelahi,” ujarnya.

“Selama ini kita sudah bersikap sabar, namun karena sudah keterlaluan dan kemarahan warga tak terbendung jadi sekarang ini puncaknya,” ungkapnya.

Ustadz Luthfi menegaskan bahwa tidak akan ada masalah jika masyarakat dari golongan mana pun bisa saling menghormati dan menghargai.

Namun berbeda dengan keterangan dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang menduga peristiwa tersebut disebabkan persoalan individu dalam kehidupan bertetangga.

“Agar masyarakat tidak terprovokasi karena ini persoalan individu, serta diminta berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini,” kata Tito Karnavian melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Kapolri segera mengambil langkah dengan bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat di Markas Polda Sumatra Utara.

Pihak kepolisian telah mengamankan tujuh orang tersangka terkait kerusuhan tersebut. Pasukan Brimob dibantu TNI mengamankan tempat lokasi kejadian dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatra Utara.

Tito berhap semua kalangan harus menahan diri, tidak terpengaruh atas aksi tersebut. “Seluruh lapisan masyarakat harus mempertahankan Sumatera Utara sebagai tempat toleransi umat beragama di Indonesia.”

(R9)

Komentar

News Feed