oleh

Mahasiswa IPB Lokakarya Identifikasi KKN – T , Temukan Masalah Dari Berbagai Sektor Inti

-Daerah-376 views

ipb

FAKTA PERS – Sumut.

Mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) gelar Lokakarya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di aula Kantor Camat Lubuk Barumun atas identifikasi desa di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang dihadiri Plt Sekda Kab Palas, Syamsul Anwar Lubis SE, Kaban BP2KP, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan dan peternakan, Dishutbun Palas yang diwakili oleh Kabid perkebunan, Koramil 08 Barumun, Perwakilan dari BPS ( Badan Pusat Statistik) Palas, Camat Ulu barumun serta BPK (Badan Penyuluh Kecamatan) se-Kab Palas, Kamis (21/ 07-2016) .

ipb2

Dalam pemaparan hasil identifikasi mahasiswa dari IPB di dua desa tiap kecamatan menemukan berbagai kejanggalan di masyarakat diantaranya, minimnya pengetahuan petani tentang pertanian, pupuk dan pestisida. Di bidang perikanan dan peternakan, tingginya serangan hama pada tanaman, lahan tanaman kering karna irigasi yang rusak, bendungan yang rusak dan tidak pernah ada upaya perbaikan, tidak ditemukannya penyuluh pertanian, perikanan dan peternakan, akses jalan yang kurang baik, kurangnya penanggulangan cepat tanggap terhadap ternak, serta banyak tanaman karet yang mengalami penyakit kangker yang menyerang batang kulit karet.

Ditambah lagi terdapatnya anak gizi buruk, tidak adanya konsultasi gizi khusus di kecamatan, minimnya pengetahuan tentang keamanan pangan dan perilaku hidup bersih sehat di masyarakat, minimnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti posyandu, kurangnya ke-efektifan sistem 5 meja dalam posyandu, belum diterapkannya K-13 pada PAUD,  minimnya SDM guru PAUD tentang PAUD berbasis karakter. Ditemukannya sekolah yang tanpa guru sehingga siswa tidak melakukan aktifitas senam pagi saat memulai pelajaran di kecamatan huristak, minimnya pengetahuan orang tua terkait kerja sama antara keluarga dan sekolah, karang taruna yang kurang terorganisir, minimnya rasa nasionalisme pada warga hingga tidak ada perayaan pada hari kemerdekaan. Fasilitas sekolah yang masih menggunakan kapur sebagi alat tulis, peta desa tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Arif Hilman Gardayudia, selaku koordinator Mahasiswa IPB menyebutkan, “Hasil diskusi kami dengan masyarakat, mereka menginginkan penyuluhan tentang perikanan, peternakan, pertanian, pendidikan dan kesehatan, sehingga saat mereka di berikan bantuan mereka tidak mendapat pembinaan dan kontroling, ditambah lagi dengan minimnya modal dan keterbatasan pengetahuan dan kesadaran warga”, tambahnya.

“Begitu juga dengan balita yang mengalami gizi buruk, sehingga harapan kita anak tersebut dapat menjadi normal dan mencegah agar tidak ada lagi gizi buruk dan kita juga mengambil sampel anak yang mengalami gizi buruk. Kita berharap dapat membangun suatu daerah dan pentingnya regenerasi dan pentingnya kesadaran nasionalisme di masyarakat”, katanya menjelaskan.

Menanggapi banyaknya identifikasi dari mahasiswa IBP, Plt Sekda Kab Palas Syamsul Anwar Lubis SE mengatakan, “Kalau ditanya ke Dinas Kesehatan ada gizi buruk katanya tidak ada, ternyata dari adik adik IPB masih banyak ditemukan bahkan hampir setiap wilayah, sedangkan di sektor pendidikan juga seperti itu. Hal ini positif dan sebagai masukan bagi kami,  saya ucapkan banyak terimakasih walau ini baru 6 hari pertama”.

“Saya menekankan BPK dan PPL yang ada, harus aktif membantu memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat, juga adik – adik dari IPB ini”, tegas Plt Sekda.

Pantauan fakta Pers Media di aula, sebanyak 13 orang anggota penyuluh dari kecamatan Ulu Barumun hanya 6 orang yang hadir, dari Ulu Barumun, dan sebanyak 16 orang anggota penyuluh dari kecamatan Barumun Tengah hanya 5 orang yang hadir, sedangkan kecamatan Huristak sama sekali tidak ada yang hadir mengikuti Lokakarya ini.

Menanggapi ketidakpedulian penyuluh dari kecamatan Huristak, Sekda Kab Palas kembali menegaskan, “Ini adalah ketidak pedulian kecamatan Huristak apalagi melihat balai yang tadi, sangat menyedihkan, saya akan pantau dan ikuti ini semua”, tegas Sekda Kab Palas.

Kadis Pertanian dan Peteranakan Ir Buhori mengatakan, “kalau kita kerja sama dengan penyuluh tentu Palas ini bisa berubah, penyuluh dan PPL bekerja sama dengan KKN dari IPB. Saya akui memang Kecamatan Lubuk Barumun Desa Aek Lancat ternak masih sedikit, karna bantuan dari APBD kita masih kurang dan dari dana APBN lah yang bisa kita harapkan, namun semua itu harus atas dasar usulan, usulan bulan januari misalnya itu untuk tahun berikutnya”, terang Kadiskannak Palas.

“Kecamatan Barumun Selatan, kami kemarin sudah bantu 10.000 bibit ikan mas dan 30 ekor domba di desa Gunung Inten, dan yang harus kita fikirkan kalau kita mau beternak harus memikirkan amdal (analisis dampak lingkungan). Kami dari diskannak siap kalau masyarakat dikumpulkan kami siap lakukan penyuluhan, asal masyarakat mau pasti berhasil”, katanya menjelaskan.

Demikian juga dengan Kadis pertanian Ir Abdullah Nasution mengungkapkan,” sebenarnya sudah banyak bantuan yang kami sampaikan kepada kelompok tani yang ada, hanya saja penerapan dari mereka belum maksimal, apalagi saat ini pupuk sudah sangat sulit didapatkan petani. Namun ada jerami, kenapa itu di bakar, kan bisa dikelola, karna pupuk organik lebih baik dari pupuk kimia. Sedangkan untuk irigasi, kami hanya mempunyai wewenang sebatas bagian bidang pertanian saja, sebenarnya kita sudah mencoba, namun dengan adanya adik adik dari IPB kami berharap informasi, kami akan semaksimal mungkin membantu adik-adik apa permasalahan, dan kendala yang di alami masyarakat petani yang ada di palas”, terang Kadis Pertanian Palas.

Sedangkan Kaban BP2KP (Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Palas) H Ismail Siregar mengungkapkan,”dari  lima kecamatan hampir semua berhubungan dengan penyuluh, harapan kami supaya selalu berdampingan dengan BPK dan PPL penyuluh, dan menyarankan agar KKN dari IPB agar melakukan pendekatan secara persuasif agar para petani dapat menerima segala informasi yang akan di berikan, dan apabila itu dilakukan ini saya yakin akan berhasil dan di kecamatan dan di desa, saya akan memerintahkan BPK kecamatan, apabila ada petugas saya yang kurang tanggap mohon saya dihubungi”, tegasnya sembari memberikan nomor seluler Kaban BP2KP kepada mahasiswa IPB.

Koramil 08 Barumun yang diwakili  Simarmata juga mengungkapkan, “Terimakasih telah hadir di kab Palas dan sudah saya sampaikan secara sekilas, namun apabila ada yang kurang memuaskan, jadikanlah itu menjadi bahan untuk meningkatkan SDM di daerah tersebut, coba berikan motifasi yang terbaik di masyarakat sehingga dapat di aplikasikan, disetiap wilayah itu ada Babinsa, temui kantor koramil yang ada, agar adik dituntun diderah sehingga sasaran tersebut tercapai, apalagi waktu KKN hanya dua bulan, dan siapa tahu ada inovasi ataupun terobosan baru dari IPB terlebih di daerah ini masalah yang sering di alami sulitnya membasmi hama keong”, terang Simarmata perwakilan Koramil 08 Barumun.

Usai kegiatan Kepala Dishutbun Palas melalui Kabid Produksi Perkebunan, H Batin saat ditanya mengapa masih banyak ditemukannya penyakit pada tanaman karet, kepada Fakta Pers Media mengatakan, ” Sebenarnya kita sudah pernah adakan sosialisasi terkait hal tersebut, dan mengundang pengusaha pemilik perkebunan tanaman karet, tetapi mereka tidak mengikut-sertakan buruhnya dan mungkin pengusaha tanaman karet tidak mensosialisasikan ke buruhnya, sementara yang mengerjakan adalah buruhnya”, terangnya.

Ditempat lain Kadis Pendidikan melalui Kabid Dikdas Ahir Daulay saat ditanya mengapa aktifitas di sekolah dasar yang ada di Huristak tanpa kehadiran guru sehingga siswa tidak melakukan aktifitas senam pagi saat memulai pelajaran di kecamatan huristak, kepada Fakta Pers Media mengatakan,”sebenarnya hari pertama masuk sekolah, untuk jam pertama dan kedua, wajar kalau tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah, karna guru dan siswa adakan silaturahmi, atau saling memaafkan berhubung suasana lebaran, namun pada jam berikutnya proses belajar harus seperti biasa, dan biasanya UPTD kecamatan harus sidak saat itu ke wilayah tugasnya, namun kalau ada guru yang tidak hadir, saya belum mendapatkan laporan terkait itu, namun saya akan panggil kepala UPTD nya dan menanyakan persoalan tersebut. Dan apa bila benar saya akan segera berikan teguran tertulis”, ungkap Kabid DIkdas, Ahir Daulay di kantornya.

(Robert Nainggolan)

Komentar

News Feed