Rabu, Mei 12, 2021
BerandaPelayanan RS Awal Bros Cikokol Tangerang Lamban Menangani Pasien
Array

Pelayanan RS Awal Bros Cikokol Tangerang Lamban Menangani Pasien

IMG-20160730-WA0004

FAKTA PERS – Tangerang.  

Salah satu bentuk kepedulian pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kesehatan. Dimana masyarakat disarankan untuk mendaftarkan anggota keluarga dalam program kesehatan BPJS dan membayar iuran sesuai dengan kemampuan . Namun, adanya BPJS tidak diiringi dengan pelayanan prima dari rumah sakit. Buruknya pelayanan kesehatan terlihat dari keterbatasan ruang rawat inap pasien.

Banyak kendala yang dihadapi pasien yang telah terdaftar di BPJS antara lain, lambannya penanganan dan keterbatasan ruang rawat inap pasien. Hal tersebut terjadi di salah satu rumah sakit yang berada di kawasan Cikokol, Tangerang, Banten, yakni Rumah Sakit Awal Bros.

Jpeg

Salah satu pasien yang merasa dirugikan akan buruknya pelayanan rumah sakit Lisnawati menuturkan, dirinya beserta keluarga merupakan pengguna BPJS kelas 1. BPJS yang diharapkan masyarakat dapat membantu dalam solusi penanganan kesehatan dan diandalkan saat pasien membutuhkan pertolongan tenaga medis ternyata jauh dalam kenyataannya.

Dirinya mengeluh sulitnya mendapatkan kamar rawat inap, sedangkan sang suami tentu saja mesti segera ditangani medis. Padahal setelah ditelusuri oleh keluarga pasien, kamar rawat inap jelas masih ada yang kosong.

Sudah berkali-kali Lisna bertanya untuk memastikan kamar rawat inap masih ada atau tidak, namun jawaban Admin khusus rawat inap tetap sama tidak ada kamar. Anehnya pasien malah di suruh ke ruang VIP dengan harga Rp 6juta bayar di muka,  dan biaya perharinya Rp 700ribu. Terang saja keluarga pasien terkejut. Pasalnya, mereka sebagai peserta BPJS tidak terima jika harus membayar penuh biaya rumah sakit.

“BPJS kalau tidak dimaksimalkan akan sia-sia,” jelas Lisnawati.

Tak hanya Lisna, pasien lainnya pun merasa kecewa karena harus menunggu kamar beberapa hari. Sementara, pasien harus segera ditangani. Keluarga pasien juga berharap keterbukaan tentang pelayanan kesehatan yang diduga ada oknum yang bermain di balik permasalahan tersebut.

Dia juga menduga banyak calo-calo atau orang dalam yang memanfaatkan tentang pelayanan kesehatan. Lanjut lisna, apalagi di daerah-daerah keterbatasan pengawasan dan banyak warga belum terjamin hak kesehatannya.

“Di daerah BPJS tidak tercover dengan baik,” katanya dengan kesal.

Pengguna BPJS berharap pemerintah lebih serius dalam menggarap program kesehatan. Banyak pengguna BPJS yang mengalami pelayanan rumah sakit yang tidak ramah.

“Saya memang tidak bayar apa?. Tiap bulan kan saya bayar iuran BPJS. Saya ikut terdaftar di BPJS kelas 1,” ujar Lisna, istri pasien yang ingin di rawat di RS Awal Bros, Cikokol, Tangerang.

Dia juga mengeluhkan ruang rawat inap yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Menurut Lisna suaminya dulu pernah mengalami hal sama beberapa bulan lalu. Kini, dengan terpaksa dia harus menerima mendapatkan kamar rawat inap kelas 3, yang seharusnya bisa mendapatkan ruang kelas 1 sesuai dengan keanggotaan BPJS kelas 1.

“Dari pada gak ada kamar seperti kemarin di ruang IGD nunggu kamar selama 3 hari. Padahal ada kamar kosong,” cetusnya kepada Fakta Pers Media.

(Maikhel)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments